TANGERANG, BANPOS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyalurkan bantuan pangan bagi penanganan stunting di lima kecamatan rawan stunting di daerah tersebut.
Adapun jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 500 paket untuk Keluarga Beresiko Stunting (KRS) dan ibu hamil yang bermasalah gizi.
Penyaluran bantuan pangan penanganan stunting tersebut dilaksanakan selama 2 hari, muali tanggal 15 sampai 16 Desember 2025.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono menjelaskan, anggaran bantuan pangan penanganan stunting tersebut bersumber dari Dana Insentif Fiskal Stunting pemerintah, karena Pemkab Tangerang dinilai berhasil mengatasi Stunting pada 2025.
“Penyaluran bantuan pangan ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukumg program pemerintah pusat dalam upaya menekan angka stunting dan ibu hamil yang bermasalah gizi,” kata Ujang.
Dalam hal ini, kata dia, DPKP Kabupaten Tangerang fokus penanganan stunting di 5 kecamatan yang masih memiliki angka stunting dan ibu hamil bermasalah gizi masih tinggi, yaitu Kecamatan Kronjo, Kemiri, Mauk, Sukadiri dan Kecamatan Pakuhaji.
“Masing-masing 5 kecamatan atau lokasi mendapatkan 100 paket bantuan pangan bagi Kelurga Beresiko Stunting dan ibu hamil yang bermasalah gizi di 5 kecamatan wilayah Utara Tangerang,” katanya.
Adapun bantuan yang disalurkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang berupa Beras premium 10 Kg, daging ayam kampung 2 Kg, Telur Omega, Minyak Goreng 3 Liter, Kacang Ijo 2 Kg, Abon Ayam 2 bungkus dan Pisang 1 Kg.
Sementar itu, ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Munayah menyampaikan, ucapak terima kasih kepada Bupati Tangerang dan Wakil Bupati Tangerang yang telah berikan bantuan paket pangan untuk KRS dan ibu hamil yang bermalasah Gizi di desanya.
Munayah mengakui bantuan pangan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang di desanya ini sangat berharga untuk penurunan angka stunting di Desa Bakung Kecamatan Kronjo.
Dia harapkan dengan adanya bantuan paket pangan dari Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid dan Wakilnya Intan Nurul Hikmah, bisa membantu menekan angka stunting didesanya sehingga bisa tercapai Zero Stunting.
“Bantuan yang kami dapat berupa beras premium, telur, minyak goreng, daging ayam kampung, abon ayam, kacang ijo, pisang dan lainnya,” kata Munayah yang juga istri Kepala Desa Bakung.
Sebelumnya Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memperkuat intervensi gizi untuk menekan angka stunting. Bantuan bagi KRS merupakan bagian dari rangkaian program percepatan penurunan dan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang.
Atas keberhasilan menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat dalam bentuk insentif fiskal tahun berjalan, kategori kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting.
Penghargaan ini merupakan bentuk support pemerintah pusat dan jumlah insentifnya sebesar Rp7,2 miliar. Ini menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang dinilai berhasil. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
Pemkab Tangerang mengalokasikan dana insentif fiskal untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, pembangunan sarana sanitasi dan air minum, dukungan program perbaikan gizi dan kesejahteraan Keluarga melalui bantuan pangan secara langsung.
“Pemberian bantuan paket pangan yang dilaksanakan DPKP Kabupaten Tangerang ini dilaksanakan dalam rangka percepatan penurunan serta pencegahan stunting di Kabupaten Tangerang. Melalui bantuan ini, kami berharap angka stunting semakin menurun, Zero Stunting,” tandas bupati. (ADVERTORIAL)




Discussion about this post