CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghadiri Malam Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (16/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian sidang penetapan WBTB Indonesia yang telah dilaksanakan pada Oktober 2024 lalu.
Dalam ajang nasional itu, Kota Cilegon menampilkan Sate Bebek Cibeber sebagai representasi warisan budaya daerah.
Yang mana, Malam Apresiasi WBTB Indonesia 2025 dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, serta Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila. Ia menuturkan sajian kuliner khas tersebut turut meramaikan Pameran WBTB Indonesia yang digelar sejak pagi hari, dengan menyajikan sekitar 1.500 tusuk sate bebek yang habis dinikmati para pengunjung.
“Alhamdulillah habis disajikan dinikmati pengunjung dengan beberapa pertunjukan budaya dan malamnya menjadi puncak apresiasi nasional terhadap seluruh warisan budaya dari kota, kabupaten, dan provinsi di Indonesia yang telah berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2025,” katanya, Selasa (16/12/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia bukan sekadar bentuk pengakuan dari negara, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah.
“Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya daerah, sekaligus mendorong kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan karakter, pendidikan, dan peradaban bangsa,” ujar Heni.
Lebih lanjut, Heni menjelaskan Pemerintah Kota Cilegon kedepan akan berkomitmen untuk terus melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan kebudayaan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat.
“Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan nasional bagi daerah-daerah yang berhasil menetapkan warisan budaya tak benda sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemerintah daerah, komunitas budaya, dan para pelaku budaya yang telah berperan aktif dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.
“Seluruh daerah yang lolos dalam sidang penetapan WBTB Indonesia hadir sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam merawat kebudayaan lokal yang bernilai luhur dan berkontribusi bagi identitas nasional,” tandasnya. (*)



Discussion about this post