Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kerajinan Kain Tenun dan Tas Koja Jadi Andalan Ekonomi Warga Badui

by Tim Redaksi
Desember 16, 2025
in EKONOMI
Kerajinan Kain Tenun dan Tas Koja Jadi Andalan Ekonomi Warga Badui

Seorang warga Badui tengah memproduksi tas koja yang terbuat dari kulit kayu tereup di permukiman Badui di pedalaman Lebak, Banten.

LEBAK, BANPOS – Kerajinan kain tenun dan tas koja menjadi andalan penopang ekonomi masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selain dari hasil komoditas pertanian ladang.

“Hampir semua warga Badui memiliki ketrampilan untuk memproduksi kerajinan kain tenun dan tas koja,” kata Tetua adat masyarakat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026

Kerajinan kain tenun dan tas koja itu merupakan warisan leluhur, karena dapat menopang perekonomian masyarakat Badui.

Selama ini, perekonomian masyarakat Badui bukan hanya dari hasil pertanian ladang saja , seperti pisang, jahe, kencur, cabai, durian, aneka sayuran dan tanaman keras.

Namun, kerajinan kain tenun dan tas koja menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui dan mereka menggeluti usaha tradisional itu tersebar di 68 perkampungan.

Bahkan, kerajinan khas tradisional itu ada sejak turun temurun dan dilakukan oleh kaum perempuan untuk memproduksi kain tenun dan laki-laki memproduksi tas koja dari kulit kayu tereup.

“Kita mewajibkan setiap anak perempuan sebelum menikah harus memiliki ketrampilan memproduksi kain tenun itu,” kata Jaro Oom menambahkan.

Jamal, seorang pedagang produksi kerajinan masyarakat Badui mengatakan dirinya sudah berlangsung puluhan tahun memasarkan produk kain tenun juga tas koja, madu dan lainnya.

Di antaranya produksi kerajinan itu dari isterinya sebagai perajin kain tenun tradisional.

Produk kain tenun Badui memiliki banyak aneka motif di antaranya motif poleng hideung, poleng paul, mursadam, pepetikan, kacang herang, maghrib, capit hurang, susuatan, suat songket, smata (girid manggu, kembang gedang, kembang saka), adu mancung, serta motif aros yang terdiri dari aros awi gede, kembang saka, kembang cikur, dan aros anggeus.

Adapun, harga kain tenun dan tas koja bervariasi antara Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta untuk kain tenun motif Janggawari.

“Kami sejak beberapa hari terakhir ini omzet pendapatan mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp1 juta, namun kini mencapai Rp2,5 juta sampai Rp4 juta per hari, karena pengunjung saba Badui mulai ramai,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah hingga kini membantu promosi dan pemasaran produksi tenun khas masyarakat Badui pada kegiatan tertentu, seperti kunjungan tamu negara dari Jakarta maupun pameran, termasuk pameran PRJ Jakarta.

Bahkan, Pemkab Lebak hampir setiap bulan melakukan pameran daerah dan menampilkan produk masyarakat Badui.

“Kami berharap perajin tenun Badui terus tumbuh dan berkembang, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat adat itu,” katanya.(ANTARA)

Tags: Kepala Desa Kanekes Jaro OomlebakPlt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam SuangsaProvinsi Banten
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Kata Pj Sekda, PNS sampai PPPK Paruh Waktu di Lebak Bakal Dapat THR

Maret 5, 2026
EKONOMI

Pengangguran di Kabupaten Lebak Melonjak

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Anggota Komisi X DPR RI Soroti Kasus Stunting di Lebak Tertinggi Kedua di Banten

Maret 3, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026
Entertainment

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Februari 28, 2026
Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi
PEMERINTAHAN

Anggaran Reses DPRD Lebak Tuai Sorotan, Publik Desak Transparansi

Februari 27, 2026
Next Post
Menkeu Purbaya Tunda Kenaikan PPN

Menkeu Purbaya Tunda Kenaikan PPN

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh