SERANG, BANPOS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Meski demikian, pengendalian harga tetap dilakukan menyusul adanya kenaikan harga sejumlah komoditas akibat faktor cuaca.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso, mengatakan kondisi inflasi Banten masih menunjukkan tren positif. Pada November 2025, inflasi tercatat sebesar 2,56 persen, turun dari 2,7 persen pada Oktober.
“Secara umum kondisi pangan di Banten aman, inflasi juga terkendali. Tapi tetap perlu diantisipasi karena ada beberapa komoditas yang mulai terdampak cuaca,” kata Babar, Minggu (14/12).
Ia menyebutkan, saat ini terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Kenaikan tersebut terjadi secara nasional karena Banten bukan daerah produsen dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Untuk cabai rawit merah dan cabai merah keriting, suplai kita bergantung dari luar daerah. Maka pengendalian harus dilakukan melalui upaya stabilisasi harga,” ujarnya.
Meski begitu, Babar memastikan sejumlah komoditas strategis lain masih dalam kondisi terkendali, seperti telur dan daging ayam, meskipun permintaan meningkat menjelang Nataru.
“Harga daging ayam di Banten masih di kisaran Rp38.000 sampai Rp39.000 per kilogram, masih di bawah Rp40.000. Telur juga masih di bawah Rp30.000 per kilogram,” ungkapnya.
Selain itu, Bulog juga telah menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebagai dukungan bagi peternak, guna menjaga kestabilan pasokan dan harga daging ayam.(*)



Discussion about this post