LEBAK, BANPOS – Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di pasar Kabupaten Lebak mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan stok pangan tetap aman dan mampu memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas pada minggu kedua Desember 2025. Salah satunya minyak goreng curah yang naik 0,88 persen dari Rp17.423 menjadi Rp17.577 per liter. Harga MinyaKita juga mengalami kenaikan 0,87 persen dari Rp17.654 menjadi Rp17.808 per liter.
Selain itu, harga daging ayam ras naik 2,41 persen dari Rp38.269 menjadi Rp39.192 per kilogram. Tepung terigu juga naik 0,60 persen dari Rp12.769 menjadi Rp12.846 per kilogram.
Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah keriting naik 8,85 persen menjadi Rp71.423 per kilogram, cabai merah besar naik 7,33 persen menjadi Rp67.143 per kilogram, dan cabai rawit merah melonjak hingga 94,32 persen dari Rp43.308 menjadi Rp84.154 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah naik 20,25 persen dari Rp42.154 menjadi Rp50.692 per kilogram. Adapun bawang putih mengalami kenaikan tipis sebesar 0,30 persen menjadi Rp38.654 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, menjelaskan kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan dan panjangnya rantai distribusi.
“Permintaan dari pengecer meningkat, sementara pasokan dari produsen belum maksimal. Kondisi itu dapat memicu kenaikan harga,” kata Yani kepada BANPOS, Minggu (14/12).
Untuk menjaga stabilitas pasar jelang Nataru, Disperindag Lebak bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan pemantauan harga dan pasokan di pasar-pasar tradisional.
“Kami melibatkan Satgas Pangan untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga,” ujarnya.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, Yani menyebut harga beras relatif stabil. Saat ini, harga beras medium berada di kisaran Rp12.423 per liter dan beras premium sekitar Rp14.800 per liter. Stok beras pun dipastikan aman hingga dua pekan ke depan.
“Untuk beras, Insya Allah stok aman sampai setelah Tahun Baru,” katanya.
Meski stok terjaga, Pemkab Lebak tetap memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Jika ditemukan praktik penimbunan atau kecurangan, Satgas Pangan akan melakukan penindakan tegas.
“Kalau sudah ditegur dan masih membandel, tentu akan ada tindakan dari Satgas Pangan, termasuk unsur kepolisian,” pungkas Yani.(*)



Discussion about this post