SERANG, BANPOS – Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Banten terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS kian mengakar dalam aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada transaksi harian bernilai kecil. Hingga September 2025, total nilai transaksi QRIS di Banten telah mencapai Rp98,8 triliun. Meski demikian, transaksi tersebut masih didominasi oleh nominal kecil yang mencerminkan penggunaan QRIS dalam kebutuhan sehari-hari, seperti belanja ritel, makanan, dan jasa.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, mengatakan pesatnya perkembangan QRIS di daerah tidak terlepas dari dorongan digitalisasi global, termasuk kebijakan internasional yang dibahas dalam forum G20. Menurutnya, kekuatan utama QRIS justru terletak pada masifnya transaksi mikro yang dilakukan masyarakat secara konsisten. “Pada September 2025, jumlah transaksi QRIS di Banten mencapai 759 juta transaksi. Rata-rata nilainya kecil, sekitar Rp10.000 sampai Rp50.000, tetapi secara total nominal sudah mencapai Rp98,8 triliun,” ujar Ameriza, Minggu (14/12).
Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa sistem pembayaran digital telah digunakan secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Pertumbuhan ini, kata dia, menunjukkan inklusi keuangan digital di Banten berkembang dari bawah dan semakin menjadi bagian dari keseharian warga. Selain dari sisi nilai dan volume transaksi, BI juga menyoroti capaian sejumlah daerah di Banten dalam percepatan dan perluasan digitalisasi pembayaran. Pada 2025, dua daerah di Banten berhasil mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Kota Tangerang Selatan meraih predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik se-Jawa-Bali, sementara Kota Cilegon dinobatkan sebagai TP2DD terbaik kategori 1 tingkat nasional. “Tahun ini Banten mencatat dua capaian nasional. Tangsel menjadi TP2DD terbaik se-Jawa-Bali, dan Cilegon terbaik kategori 1 se-Indonesia,” pungkas Ameriza. (*)



Discussion about this post