SERANG, BANPOS – Menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan kondisi inflasi daerah tetap terkendali seiring dengan ketersediaan pangan yang masih aman. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso.
Babar menyebutkan, inflasi Banten terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terakhir, inflasi pada November 2025 tercatat sebesar 2,56 persen, menurun dibandingkan Oktober yang berada di angka 2,7 persen. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengendalian tetap perlu dilakukan, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat saat Nataru. “Secara inflasi kita masih terkendali dan cenderung menurun. Tapi pengendalian harus terus dilakukan karena ada beberapa komoditas yang mulai terpengaruh faktor cuaca,” ujar Babar, Sabtu (13/12).
Terkait pasokan pangan, Babar memastikan bahwa Banten tidak terdampak langsung oleh bencana yang terjadi di wilayah Sumatera, meskipun kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran secara nasional. “Kalau berdampak langsung ke Banten sih tidak ya. Tapi memang ini menjadi kekhawatiran nasional. Namun untuk Banten, Insyaallah masih aman,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Kenaikan ini terjadi secara nasional karena Banten bukan daerah produsen, sehingga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. “Untuk dua komoditas ini, kita memang sangat tergantung pasokan luar daerah. Karena itu, pengendalian inflasi dilakukan melalui upaya stabilisasi harga,” jelasnya.
Guna menjaga stabilitas inflasi dan memperkuat pasokan pangan jelang Nataru, Disperindag Banten akan mengoptimalkan peran distributor serta memperkuat kerja sama antardaerah. Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota juga dilibatkan untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok bahan pangan. “Seperti Kota Serang yang mulai memperkuat stok bahan pangan untuk kebutuhan darurat. Kami juga meminta daerah lain melakukan langkah serupa. Meski dampaknya tidak langsung ke Banten, secara nasional ini tetap menjadi persoalan yang harus diantisipasi bersama,” pungkas Babar. (*)











Discussion about this post