CILEGON, BANPOS – Gelombang solidaritas untuk korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus berdatangan dari berbagai penjuru tanah air.
Rasa empati yang tinggi terhadap sesama anak bangsa kali ini ditunjukkan oleh kelompok pengusaha lokal di Kota Cilegon.
Pada Kamis (11/12), Paguyuban Pengusaha Galian Pasir Jalan Lingkar Selatan (PGLS) Kota Cilegon secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang dialami masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon sebagai lembaga yang dipercaya memiliki manajemen distribusi bantuan yang terstruktur dan transparan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa sektor usaha, termasuk pengusaha galian pasir, memiliki kepedulian sosial yang tinggi (Corporate Social Responsibility) terhadap isu-isu kebencanaan nasional. Inisiatif ini diharapkan mampu memantik semangat gotong royong dari elemen masyarakat lainnya.
Fokus pada Kebutuhan Mendesak Pengungsi
Ketua PGLS Kota Cilegon, Suryani, memimpin langsung penyerahan donasi tersebut di Markas PMI Cilegon.
Dalam keterangannya, Suryani menegaskan bahwa bantuan ini adalah hasil kolektif dari partisipasi aktif seluruh anggota paguyuban.
Mereka bergerak cepat menggalang dana dan logistik begitu mendengar kabar duka dari Sumatera.
“Mudah-mudahan bantuan ini memberikan keringanan atas saudara-saudara kita yang mengalami musibah di Sumatera. Bantuan yang tidak banyak ini mudah-mudahan bisa meringankan,” ujar Suryani di Kantor PMI Cilegon, Kamis (11/12).
Bantuan yang diserahkan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga logistik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
Pihak PGLS sebelumnya telah berkoordinasi dengan PMI untuk memastikan barang yang didonasikan benar-benar fungsional dan dibutuhkan oleh para pengungsi di lokasi bencana. Item logistik tersebut meliputi makanan siap saji hingga perlengkapan tidur.
“Ini ada snack food, ada pakaian, sarung, alas tidur seperti yang disarankan dari PMI. Itu semua alhamdulillah, kita penuhi, kebutuhan yang mungkin di sana dibutuhkan,” ucapnya menambahkan.
Apresiasi untuk Solidaritas Anggota Paguyuban
Di sela-sela penyerahan bantuan, Suryani juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada rekan-rekan pengusaha yang tergabung dalam PGLS.
Di tengah kesibukan usaha, para anggota tetap menyisihkan rezeki dan waktu untuk misi kemanusiaan ini.
Solidaritas internal paguyuban dinilai menjadi kunci suksesnya pengumpulan donasi ini.
“Mohon maaf ini yang bisa kita perbuat. Yang utama, Kita berterima kasih kepada anggota paguyuban yang telah memberikan donasinya. Mudah-mudahan teman-teman diberikan kelancaran, kesehatan dan kesuksesan dalam usahanya,” terangnya.
Transparansi PMI Cilegon dalam Penyaluran Donasi
Merespons itikad baik dari PGLS, Ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis, menyambut hangat bantuan tersebut.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon ini mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh para pengusaha kepada PMI sebagai fasilitator bantuan.
Lubis menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana umat.
Bagi PMI, kepercayaan donatur adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan akuntabilitas tinggi.
“Nah ini merupakan kepercayaan kepada kami, dan kami harus jaga. Bahwa barang maupun uang yang diberikan kepada kami, kami transparan setiap saat pun jam 17.00, bapak-bapak bisa melihat perkembangan donasi yang kita terima,” ujarnya.
Jadwal Pengiriman Bantuan ke Sumatera
Terkait mekanisme distribusi, PMI Cilegon telah menyusun jadwal pengiriman agar bantuan bisa segera sampai ke tangan korban.
Rencananya, seluruh bantuan logistik yang terkumpul akan dikirimkan secara terpusat.
Bantuan diagendakan akan dikirim ke PMI Pusat pada 16 Desember mendatang untuk kemudian diberangkatkan secara serentak ke lokasi-lokasi terdampak di Sumatera.
Lubis berharap, sekecil apapun bantuan yang diberikan, akan membawa dampak positif bagi pemulihan mental dan fisik para korban.
Semangat kebersamaan dan keikhlasan menjadi nilai utama dalam gerakan ini.
“Sedikit pun ini bermanfaat buat masyarakat kita, bukan lagi kita lihat dari jumlahnya tetap care kita, keikhlasan kita membantu saudara-saudara kita yang ada di Sumatera yang terkena bencana,” harapnya menutup pembicaraan. (*)



Discussion about this post