LEBAK, BANPOS – Seorang warga Kecamatan Cikulur melaporkan bahwa istrinya ditolak ketika hendak mendapatkan pelayanan medis pada Senin (1/12) sekitar pukul 19:30 WIB. Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, angkat bicara terkait dugaan penolakan pelayanan medis tersebut.
Ia menegaskan bahwa rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah, tidak dibenarkan menolak pasien dan wajib memberikan penanganan awal sesuai prosedur.
Amir menyatakan, rumah sakit tidak boleh memulangkan pasien tanpa pemeriksaan awal, meskipun kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) sedang penuh.
“Tidak boleh memulangkan pasien begitu saja. Dicek dulu apakah layak atau tidaknya ditangani,” tegas Amir melalui sambungan telepon, Selasa (9/12).
Amir kembali menekankan, jika benar pasien belum diperiksa lalu diminta pulang, maka tindakan tersebut keliru dan bertentangan dengan standar layanan kesehatan.
“Ini mah belum dicek, tapi disuruh pulang. Jelas salah. Tidak boleh begitu,” ujarnya.
Ia mengimbau seluruh rumah sakit di Kabupaten Lebak untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi.
“Pelayanan nomor satu, jangan sampai dibeda-bedakan,” katanya.
Sebelumnya, Budi, suami pasien, mengaku istrinya tidak mendapatkan pelayanan medis dengan alasan ruang IGD penuh. Menurutnya, pemeriksaan baru dilakukan setelah terjadi perdebatan dengan salah satu petugas. “Tidak dilayani, mereka bilang IGD penuh. Setelah saya debat, baru mereka periksa istri saya,” ungkap Budi.
Ia menambahkan, meskipun kondisi IGD sedang padat, rumah sakit seharusnya tetap memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu.
“Minimal dicek dulu, jangan langsung bilang penuh tanpa lihat kondisi pasien,” ujarnya.
Budi juga menanggapi komentar warganet yang menyalahkan dirinya di media sosial. Ia mengatakan banyak komentar muncul tanpa mengetahui kronologi sebenarnya. “Mereka tidak tahu awalnya seperti apa, komentarnya seenaknya. Saya hanya minta diperiksa dulu. Bayangkan kalau mereka di posisi saya, panik, apalagi istri sedang hamil,” tuturnya. SatelitNews.Com telah mencoba mengonfirmasi Direktur RS Kartini melalui telepon dan pesan singkat, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. (*)

Discussion about this post