Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kawasan Hutan Kurang Pengawasan, DLHK Banten Kekurangan Personil

by Edwin Mahesa
Desember 10, 2025
in KESRA
Kawasan Hutan Kurang Pengawasan, DLHK Banten Kekurangan Personil

Penutupan tambang ilegal di Blok CIrotan, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun - Salak, Kabupaten Lebak, Rabu (3/12/2025). [FOTO: TAUFIQ SOLEHUDIN]

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengakui lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan, terutama di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Keterbatasan jumlah personel patroli dinilai membuat kawasan tersebut rawan menjadi lokasi penambangan liar yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius.

Berdasarkan temuan tim satgas, kata Wawan, setidaknya ada sekitar 1.400 lubang tambang ilegal yang tersebar di sejumlah titik dengan kedalaman rata-rata mencapai 300 meter. Ia menegaskan, kondisi tersebut membuat struktur tanah semakin rapuh dan rentan terjadi amblas hingga mengakibatkan erosi.

Baca Juga

Pemprov Akui Kurang Personil Jaga Lingkungan

Pemprov Akui Kurang Personil Jaga Lingkungan

Desember 20, 2025
Ajak Ratusan Perusahaan, DLHK-PATTIRO Tanam Ribuan Pohon di Eks Galian C di Kabupaten Serang

Ajak Ratusan Perusahaan, DLHK-PATTIRO Tanam Ribuan Pohon di Eks Galian C di Kabupaten Serang

Desember 12, 2025
Di Tengah Krisis Hutan, Pemprov Banten Usulkan Tambang Rakyat di Kawasan Konservasi

Di Tengah Krisis Hutan, Pemprov Banten Usulkan Tambang Rakyat di Kawasan Konservasi

Desember 11, 2025
Pegiat Lingkungan Bongkar Pemicu Krisis Hutan di Provinsi Banten

Pegiat Lingkungan Bongkar Pemicu Krisis Hutan di Provinsi Banten

Desember 11, 2025

“Hasil kemarin kan dari tim satgas ini ada kurang lebih sekitar 1.400 lubang, dengan kedalaman rata-rata 300 meter. Yang jadi concern kita adalah takut tanah itu menjadi amblas, karena keropos dan banyak lubang, akhirnya jadi erosi,” ujar Wawan, Selasa, (9/12).

Menurut Wawan, salah satu tantangan utama dalam pengawasan tambang ilegal adalah jumlah personel yang sangat terbatas dibandingkan luas area yang harus dipantau.

“Ya kekurangan personel. Kaya semisal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu kan lahan seluas itu, ribuan hektar, tapi petugas yang patroli dan pengawasannya hanya beberapa. Ya jadi itu, karena personel polisi hutannya itu mungkin sedikit dan yang namanya taman nasional itu kan ada pemangku kebijakannya,” jelasnya.

Wawan menyebut mayoritas aktivitas penambangan liar memang banyak terjadi di kawasan taman nasional karena memiliki potensi sumber daya yang tinggi. Berbeda halnya dengan kawasan Tahura yang dinilai minim daya tarik bagi penambang ilegal.

“Ya paling banyak memang di taman-taman nasional. Karena kan ya memang di situ yang bisa dikatakan ada sesuatunya. Kalau seperti di Tahura, ya ngga ada,” kata Wawan.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan program yang lebih masif untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama dalam menghentikan praktik penggunaan merkuri yang mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

“Ya mudah-mudahan kedepannya ada tindakan dari Kementerian terkait mengenai program-program agar pencemaran airnya tidak lagi memakai mercury,” tandasnya.(*)

Tags: DLHK BantenHutan KritisHutan RusakTNGHSWawan Gunawan

Berita Terkait

Pemprov Akui Kurang Personil Jaga Lingkungan
PEMERINTAHAN

Pemprov Akui Kurang Personil Jaga Lingkungan

Desember 20, 2025
Ajak Ratusan Perusahaan, DLHK-PATTIRO Tanam Ribuan Pohon di Eks Galian C di Kabupaten Serang
NASIONAL

Ajak Ratusan Perusahaan, DLHK-PATTIRO Tanam Ribuan Pohon di Eks Galian C di Kabupaten Serang

Desember 12, 2025
Di Tengah Krisis Hutan, Pemprov Banten Usulkan Tambang Rakyat di Kawasan Konservasi
KESRA

Di Tengah Krisis Hutan, Pemprov Banten Usulkan Tambang Rakyat di Kawasan Konservasi

Desember 11, 2025
Pegiat Lingkungan Bongkar Pemicu Krisis Hutan di Provinsi Banten
KESRA

Pegiat Lingkungan Bongkar Pemicu Krisis Hutan di Provinsi Banten

Desember 11, 2025
Minim Sosialisasi Picu Hutan Makin Kritis di Banten
KESRA

Minim Sosialisasi Picu Hutan Makin Kritis di Banten

Desember 10, 2025
Krisis Hutan Ancaman Bagi Keberlanjutan Hidup Masyarakat
KESRA

Krisis Hutan Ancaman Bagi Keberlanjutan Hidup Masyarakat

Desember 9, 2025
Next Post
Jelang Nataru, Pemkab Tangerang Pastikan Stok Pangan Cukup

Jelang Nataru, Pemkab Tangerang Pastikan Stok Pangan Cukup

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh