JAKARTA, BANPOS — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengutamakan pembelian bahan pangan dari petani dan komunitas lokal untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan pangan.
Permintaan itu disampaikan Muhaimin dalam Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 di Jakarta, Selasa. Ia menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi momentum peralihan dari pangan impor ke produk lokal.
“SPPG wajib membeli bahan baku dari petani dan komunitas setempat agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Muhaimin.
Ia menyoroti tingginya ketergantungan impor, termasuk komoditas tepung. Menurutnya, penggunaan bahan pangan lokal tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.
Muhaimin mengapresiasi inovasi beberapa SPPG, seperti SPPG Papua yang memanfaatkan sagu dan SPPG Maluku yang mengolah singkong dalam menu program MBG. Ia menegaskan seluruh SPPG diminta tidak menggunakan bahan baku impor dalam penyediaan makanan.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memberikan penghargaan kepada 20 SPPG terbaik yang dinilai berhasil membangun jejaring ekonomi dan sosial bersama petani, UMKM, koperasi, BUMDes, dan dapur komunitas.
Sebanyak 20 penerima penghargaan berasal dari berbagai wilayah, yakni 6 SPPG dari Jawa, 4 dari Sumatra, 2 dari Kalimantan, 2 dari Sulawesi, 2 dari Bali dan Nusa Tenggara, 2 dari Papua, dan 2 dari Maluku.
Para SPPG terpilih akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari pemerintah. Penilaian dilakukan dari 110 SPPG pendaftar yang berasal dari 82 kabupaten/kota di 30 provinsi.(*)

Discussion about this post