SERANG, BANPOS – Penyaluran bantuan pangan, di Kecamatan Panongan, Mancak, Gunungsari, Leuwidamar, dan Kecamatan Muncang, Kabupaten Serang berhasil tersalurkan, sebanyak 3.150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan pangan berupa beras biofortifikasi dan ayam frozen.
Kebutuhan pokok masyarakat yang diberikan itu, sebanyak 31,5 ton beras biofortifikasi dan 3.150 kilogram ayam frozen. Bantuan itu, diberikan kepada masyarakat yang rentan mengalami terkena kerawanan pangan karena berbagai hal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, Pemprov Banten Banten melalui instansinya menurunkan beberapa armada untuk membawa bantuan program penanganan kepada masyarakat, melalui program kerawanan pangan 2025.
“Bantuan yang akan di distribusikan dan disalurkan kepada KPM adalah, bentuk intervensi atas analisa peta kerentanan dan Kerawanan pangan (FSVA) Provinsi Banten tahun 2024,” katanya, Selasa (9/12/2025).
Nasir mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengawasan terhadap pendistribusian bantuan masyarakat tersebut. Tindakan itu harus dilakukan, guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.
“Saya langsung memantau penyaluran ke beberapa desa di Kabupaten Serang yaitu, di Kecamatan Mancak dan Kecamatan Gunungsari. Kita ingin pastikan bantuan ini diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Provinsi Banten, Kurnia Satriawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, dalam upaya mencegah terjadinya krisis pangan di wilayah Banten.
“Perlu adanya upaya penanganan kerawanan pangan, yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten bersama-bersama dengan masyarakat, dalam rangka pencegahan dan penanganan kerawanan pangan,” ungkapnya.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah, menyalurkan beras jenis biofortifikasi dan ayam ras frozen, yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber protein hewani masyarakat,” sambungnya.
Kurnia mengatakan, bantuan yang diberikan Pemprov Banten itu diberikan kepada 3.150 KPM di lima kecamatan di Provinsi Banten.
Penentuan lokus kecamatan, didasarkan pada hasil analisis FSVA Provinsi Banten Tahun 2024. Sedangkan penentuan lokus desa, didasarkan pada FSVA Kabupaten/Kota dengan kategori rentan, atau prioritas 2 dan agak rentan atau prioritas 3 rawan pangan.
FSVA Provinsi Banten tahun 2025 mencakup 121 kecamatan di wilayah kabupaten dan 34 kecamatan di wilayah kota.
Berdasarkan hasil Analisis FSVA Provinsi Banten, lanjutnya, jumlah daerah rentan rawan pangan menurun dari 21 kecamatan sekira 13,55 persen pada FSVA tahun 2024 menjadi 20 kecamatan atau 12,90 persen pada FSVA tahun 2025.
“Sebaliknya, jumlah kecamatan tahan pangan meningkat dari 134 kecamatan atau 86,45 persen pada FSVA tahun 2024 menjadi 135 kecamatan atau 87,10 persen pada FSVA tahun 2025,” imbuhnya. (*)



Discussion about this post