CILEGON, BANPOS — Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menaburkan uang tunai senilai Rp1,3 juta di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (8/12), sebagai simbol pengembalian dana sekaligus bantahan atas tudingan adanya praktik transaksional dengan Ketua KNPI Kota Cilegon, Ari Irmawan.
Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, yang menyatakan uang itu dikembalikan untuk menegaskan bahwa gerakan mereka murni didasari idealisme, bukan kepentingan materi.
Peristiwa ini bermula dari polemik terkait pelantikan pengurus KNPI Kota Cilegon. Situasi memanas setelah Ari Irmawan dalam sebuah video yang beredar luas diduga mengungkit soal pemberian uang kepada pihak mahasiswa, yang kemudian ditafsirkan IMC sebagai upaya menjatuhkan marwah organisasi.
Ahmad Maki menyebut kedatangan mereka ke Kantor Walikota Cilegon bertujuan mengembalikan uang yang sebelumnya dipersoalkan, karena Ari Irmawan diketahui beraktivitas di lingkungan kantor tersebut sebagai tenaga pendukung dokumentasi.
“Sebelumnya sudah saya hubungi tapi tidak ada jawaban. Jadi saya ke sini untuk mengembalikan uang yang sempat diungkit saat saya protes soal pelantikan KNPI,” kata Maki kepada wartawan.
Maki membantah tuduhan bahwa dirinya meminta uang operasional rutin. Ia mengatakan dana yang diterima sebelumnya adalah uang transport menghadiri kegiatan Musyawarah Daerah (Musda), bukan “jatah” bulanan.
“Uangnya Rp1,3 juta saya kembalikan, bahkan saya lebihkan sebagai penutup masalah. Saya tidak pernah minta,” tegasnya.
Uang yang berserakan di lantai kemudian diamankan oleh petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Walikota Cilegon untuk menghindari keributan dan kehilangan. Petugas memastikan uang tersebut akan disampaikan kepada pihak yang dituju.
Sementara itu, Ari Irmawan saat dikonfirmasi terpisah membantah keterlibatannya dalam pengelolaan dana transportasi yang dipersoalkan. Ia menyebut urusan pendanaan berada di ranah panitia Musda, yang saat ini telah dibubarkan.
“Saya tidak terlibat dalam kepanitiaan. Itu kewenangan penyelenggara Musda,” kata Ari.
Ia juga menegaskan bahwa KNPI Kota Cilegon tidak berkantor di lingkungan pemerintah kota. Keberadaannya di Kantor Wali Kota, menurut dia, murni sebagai tenaga lepas di bidang media.
“Saya hanya freelance untuk mendukung bidang media. Tidak ada kaitannya dengan kantor walikota,” ujarnya.(*)





Discussion about this post