Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

HAKORDIA: Tanah Jawara Lahan Subur Praktik Penyimpangan Anggaran

by Muhamad Wahyu
Desember 9, 2025
in HEADLINE, HUKRIM, PERISTIWA
HAKORDIA: Tanah Jawara Lahan Subur Praktik Penyimpangan Anggaran

Nurul Huda.

SERANG, BANPOS – Aktivis KOMPAK Lebak, Nurul Huda, menilai kepemimpinan baru Provinsi Banten di bawah Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah harus menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama. Namun, kasus-kasus korupsi yang terus bermunculan menunjukkan bahwa tanah Jawara masih menjadi lahan subur praktik penyimpangan anggaran.

“Banten setelah tak lagi berada di bawah bayang-bayang dinasti Ratu Atut Chosiyah ternyata belum mampu keluar dari jeratan korupsi. Praktik ini terjadi bukan hanya di eksekutif, tetapi juga merambah ke legislatif dan yudikatif,” tegas Huda kepada BANPOS.

Baca Juga

Kinerja DPRD Lebak: Tinggi di Anggaran, Rendah di Capaian

Kinerja DPRD Lebak: Tinggi di Anggaran, Rendah di Capaian

Desember 24, 2025
HAKORDIA: LSM JAMBAKK Desak APH Banten Tuntaskan Kasus Korupsi yang Dinilai Mengambang

HAKORDIA: LSM JAMBAKK Desak APH Banten Tuntaskan Kasus Korupsi yang Dinilai Mengambang

Desember 9, 2025
HAKORDIA: Korupsi di Banten Dinilai Marak dan Merata, Pemprov Tegaskan Komitmen Pemberantasan

HAKORDIA: Korupsi di Banten Dinilai Marak dan Merata, Pemprov Tegaskan Komitmen Pemberantasan

Desember 9, 2025
Kasus ABM Pertegas Budaya Korupsi Banten

Kasus ABM Pertegas Budaya Korupsi Banten

Desember 1, 2025

Ia mencontohkan sederet perkara yang mencuat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari kasus RSUD Malingping, penyelewengan dana BOS di Tangerang, penyalahgunaan dana desa oleh kepala desa di Kabupaten Serang, hingga dugaan korupsi pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Banten. Deretan kasus itu, kata dia, menjadi bukti bahwa upaya pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan.

Nurul menjelaskan, era otonomi daerah telah menggeser pola korupsi dari yang terpusat menjadi terdesentralisasi. Namun, dua faktor disebutnya menjadi penyebab utama lambannya kemajuan pemberantasan korupsi di Banten.

“Pertama, kinerja aparat penegak hukum yang belum memuaskan. Kedua, lembaga peradilan yang kerap memberi ruang bagi para koruptor untuk lolos dari jerat hukum,” ujarnya.

Ia menilai kepercayaan publik terhadap penegak hukum sudah mendekati titik jenuh. Padahal, berbagai instrumen hukum, mulai dari Tap MPR XI/1998, UU Anti-Korupsi, hingga regulasi pembentukan lembaga pengawas, telah tersedia dan seharusnya mampu menjadi fondasi tata pemerintahan yang bersih.

“Ironisnya, meski banyak aturan dan lembaga pengawas dibentuk, kebocoran anggaran pembangunan di Banten masih terus terjadi,” lanjut Huda.

Menurutnya, korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa sehingga membutuhkan penanganan yang sistematis dan berorientasi pada pembenahan sistem, bukan sekadar menghukum pelaku.

Ia pun mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk menekan maraknya praktik korupsi di Banten, di antaranya; Mengubah kebijakan dan sistem agar tidak memberi celah bagi praktik korupsi, menempatkan perubahan mentalitas sebagai agenda prioritas, membangun budaya anti korupsi di seluruh lembaga negara hingga organisasi masyarakat sipil, menguatkan partisipasi publik dalam gerakan anti korupsi.

“Perubahan sistem tidak akan efektif tanpa mentalitas anti korupsi dari pembuat kebijakan. Sistem yang baik tidak akan lahir jika mental para penyelenggara negara masih permisif terhadap praktik korup,” kata Huda.

Ia menegaskan, gerakan anti korupsi harus dilakukan secara kolektif dan melibatkan masyarakat luas agar budaya perlawanan terhadap korupsi bisa tumbuh di semua lapisan.

“Banten tidak akan maju jika gurita korupsi tidak diputus sampai ke akar-akarnya,” tandasnya.(*)

Tags: HakordiaHari Anti KorupsiKorupsi BantenNurul Huda

Berita Terkait

Kinerja DPRD Lebak: Tinggi di Anggaran, Rendah di Capaian
POLITIK

Kinerja DPRD Lebak: Tinggi di Anggaran, Rendah di Capaian

Desember 24, 2025
HAKORDIA: LSM JAMBAKK Desak APH Banten Tuntaskan Kasus Korupsi yang Dinilai Mengambang
HEADLINE

HAKORDIA: LSM JAMBAKK Desak APH Banten Tuntaskan Kasus Korupsi yang Dinilai Mengambang

Desember 9, 2025
HAKORDIA: Korupsi di Banten Dinilai Marak dan Merata, Pemprov Tegaskan Komitmen Pemberantasan
PERISTIWA

HAKORDIA: Korupsi di Banten Dinilai Marak dan Merata, Pemprov Tegaskan Komitmen Pemberantasan

Desember 9, 2025
Kasus ABM Pertegas Budaya Korupsi Banten
HEADLINE

Kasus ABM Pertegas Budaya Korupsi Banten

Desember 1, 2025
Ini Awal Mencuatnya Kasus Dugaan Korupsi PT ABM yang Seret Dua Tersangka
HEADLINE

Ini Awal Mencuatnya Kasus Dugaan Korupsi PT ABM yang Seret Dua Tersangka

November 25, 2025
Banten Perkuat Strategi Antikorupsi Jelang Hakordia
HUKRIM

Banten Perkuat Strategi Antikorupsi Jelang Hakordia

November 22, 2025
Next Post
Pemkab Lebak Kuatkan Keamanan Wisata Pantai Jelang Libur Nataru

Pemkab Lebak Kuatkan Keamanan Wisata Pantai Jelang Libur Nataru

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh