PANDEGLANG, BANPOS – Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI termasuk di dalamnya Kecamatan Cimanggu, Jojon Suhendar Andari, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang terhadap program pembangunan infrastruktur jembatan Se-Kabupaten Pandeglang.
Hal itu disampaikannya, mengingat peristiwa ambruknya jembatan Pasirnangka, Desa Kramatjaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Senin (8/12/2025) lalu.
Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan, dengan kejadian itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, agar segera dibuatkan jembatan sementara.
“Sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, untuk segera ditangani minimal membuat jembatan sementara,” tegasnya, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, jembatan merupakan akses vital yang dibutuhkan masyarakat untuk mobilisasi angkutan hasil pertanian, perkebunan, maupun untuk akses perekonomian masyarakat.
Disinggung soal keterbatasan anggaran di Pemkab Pandeglang, Jojon menyarankan, hal tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Pemprov Banten atau Pemerintah Pusat.
“Kita enggak boleh nyerah begitu saja dong. Saya juga sudah sampaikan ke Pak Sekda, agar koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov Banten atau Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Kedepan, pihaknya akan mengawal dan mengawasi ketat perihal pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, atau infrastruktur lainnya, yang akan dibangun di Kabupaten Pandeglang.
Diberitakan sebelumnya, jembatan Pasirnangka, Desa Kramatjaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang terlihat kokoh, ternyata dibagian bawahnya rapuh.
Terbukti, jembatan dengan panjang 16 meter dan lebar 5 meter itu, ambruk total saat dilintasi truk bermuatan kayu atau hasil hutan rakyat, Senin. (8/12). Diketahui, jembatan tersebut merupakan penghubung empat desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.
Ke-empat desa itu yakni, Desa Kramatjaya, Desa Cibadak, Desa Tugu dan Desa Rancapinang. Sekaligus, merupakan jalur aktif untuk memudahkan aktivitas atau mobilitas warga.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kramatjaya, Apandi mengatakan, kondisi Jembatan Pasirnangka, Desa Kramatjaya, Kecamatan Cimanggu, sudah lama rapuh dan akhirnya kini ambruk total.
“Sebelumnya sudah ada kerusakan, cukup parah. Jembatan beton sudah bolong, kemudian ditopang balok kayu,” katanya Senin (8/12/2025).
“Terus jembatan ambruk. Bentangan besi tengah jembatannya juga patah,” tandasnya.
Pada saat jembatan ambruk, ujarnya, posisi truk bermuatan kayu itu masih berada di tengah jembatan. Sehingga, membuat truk tak bisa melanjutkan perjalannya.
“Truknya tersangkut, untung nggak jatuh ke jurang. Muatannya berantakan bersamaan dengan ambruknya jembatan. Beruntung tidak ada korban, hanya saja warga secara bersama-sama mengevakuasi truk dengan menurunkan muara kayu,” tuturnya.
“Jembatan itu alternatif menuju Desa Mangku Alam. Sebelum Mangku Alam, di situ ada gerbang masuk Desa Kramatjaya. Bagi warga yang mau ke Desa Cibadak, bisa melalui Kampung Nagrog,” paparnya.
Jauh hari sebelum ambruk, ujarnya lagi, dari pihak desa sudah mengusulkan perbaikan kepada pemerintah. Baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.
Terpisah, Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisduwan menyatakan, pihaknya sebelumnya sudah membuat dokumen perencanaan untuk pembangunan jembatan tersebut.
Pihaknya mengaku, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Pusat, dengan harapan ada solusi untuk perbaikan jembatan itu.
“Taksirannya untuk memperbaiki jembatan itu, sekira Rp1,5 Miliar. Kami dan tim sudah berkali-kali survey ke lapangan, dan saya ini tim ke lapangan untuk melihat kondisi kerusakan yang terjadi,” ungkap Andrian, kepada wartawan.
Diakuinya, kerusakan yang terjadi diluar dugaan dan pihaknya belum memiliki anggaran yang cukup untuk memperbaikinya. Namun demikian, pihaknya akan berupaya maksimal untuk melakukan penanganan darurat.
“InsyaAllah, kita akan lakukan penanganan darurat agar mobilitas masyarakat bisa berjalan, sambil menunggu penanganan permanen,” imbuhnya. (*)

Discussion about this post