BAKSEL, BANPOS – Ratusan warga bersama Forum Keluarga Mahasiswa Cigemblong (FKMC) melakukan aksi demontrasi di titik jalan rusak, Kampung Cisawit Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong, Senin (8/12). Disebutkan, para pendemo meminta Bupati dan DPRD Lebak agar segera memprioritaskan pembangunan jalan tersebut.
Informasi menyebut, jalan rusak itu merupakan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kecamatan Cigemblong dan Kecamatan Cihara.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Muslih menyatakan bahwa masyarakat meminta jalan rusak berat itu untuk diprioritaskan di dalam pembangunan tahun 2026. Mengingat, usia Kabupaten Lebak sudah tak muda lagi.
“Kami warga dan mahasiswa menagih janji Bupati Lebak yang katanya Ruhay,” ungkap Muslih dalam orasi.
Menurutnya, aksi bersama rakyat itu merupakan demo yang murni atas dasar keresahan dan aspirasi penderitaan rakyat. Kata dia, kabupaten Lebak sudah 197 tahun, namum akselerasi pembangunan infrastukturnya sangat lambat.
“Kami meminta DPRD Lebak sebagai wakil rakyat dan menagih janji Bupati Lebak yang katanya Ruhay tapi jalan masih rusak berat,” ujar Muslih.
Pihaknya menyayangkan terkait pembangunan Alun-alun Kota Rangkasbitung dan renovasi rumah dinas (Rumdin) yang tidak melihat urgensi kepentingan umum. Muslih menilai, kebijakan Bupati Lebak itu tidak menunjukkan perhatian khusus kepada rakyat yang berada di pelosok desa.
“Kita melihat pembangunan masih belum merata. Banyak ketimpangan kesejahteraan, belum lagi kesehatan dan pendidikan, hal itu akibat infrastuktur banyak rusak berat, tapi Bupati Lebak malah membangun Alun-alun dan renovasi Rumdin dengan anggaran cukup besar,” ungkapnya berapi-api yang disambut gempita peserta aksi.
Senada, Ketua FKMC, Ayu Lestari menuding, bahwa Bupati Lebak tidak mencerminkan pemimpin yang pro rakyat. Kendati demikian, ia menantang sekaligus mengundang Bupati Lebak untuk turun ke bawah melakukan dialog dengan masyarakat di jalan rusak itu.
“Saya menilai Bupati lebak tidak Pro Rakyat , saya menantang bupati untuk turun melihat jalan rusak berat di poros kabupaten yang setiap hari dilalui masyarakat,” katanya.
Di akhir orasi, aktivis perempuan itu memastikan aksi tersebut akan berlanjut ke Kantor Bupati dan DPRD Lebak guna menuntut kepastian pembangunan melalui program Lebak Ruhay.
“Kami pastikan FKMC bersama rakyat akan menggelar aksi kembali di Depan Kantor Bupati Lebak dan DPRD Lebak,” tegasnya menandaskan.
Terlihat peserta aksi membawa spanduk dengan bertuliskan, “Pemerintah Ruhay Jalan Rusak” dan “Penuh Luka, Rakyat Tak Bahagia, #Lebak Rungkad#.(*)

Discussion about this post