SERANG, BANPOS – Kader Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) menegaskan akan mengambil peran lebih aktif dalam mengawal kebijakan publik di wilayah Serang Raya yang meliputi Kota Serang dan Kabupaten Serang.
Hal ini disampaikan Formatur Ketua Umum HMI-MPO UNPAM, Jamaludin, yang menegaskan organisasi siap menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah.
Jamaludin menyebutkan, arah gerak organisasi ke depan tidak hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga memperkuat fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemkot dan Pemkab Serang perlu lebih membuka ruang partisipasi publik, terutama bagi kelompok mahasiswa.
“Kami ingin hadir sebagai mitra kritis bagi dua pemerintahan daerah tersebut. Ketika kebijakan berpihak pada masyarakat, tentu kami dukung. Tapi ketika ada yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kepentingan publik, kami tidak akan ragu menyuarakan kritik,” ujar Jamaludin saat penutupan Basic Training HMI-MPO Komisariat UNBAJA pada Minggu (7/12).
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap masih perlu perhatian serius, mulai dari tata kelola pendidikan, penataan ruang, kondisi infrastruktur, hingga soal keterbukaan informasi yang belum sepenuhnya optimal. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengawal isu-isu tersebut.
“Kota Serang dan Kabupaten Serang punya potensi besar untuk tumbuh lebih cepat, tapi itu harus dibarengi dengan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kami siap memberikan masukan, melakukan kajian, bahkan ikut terlibat dalam diskusi kebijakan,” jelasnya.
Jamaludin menegaskan, sikap kritis bukan berarti konfrontatif, melainkan bentuk kontribusi nyata mahasiswa untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Kami ingin hubungan konstruktif, tetapi tetap kritis. Pemerintah daerah harus melihat mahasiswa sebagai mitra pengawas, bukan pihak yang mengganggu,” tegasnya.
“Intinya, kami siap mengawal dua daerah ini dengan pendekatan yang objektif, ilmiah, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komisariat UNBAJA, Fikri Dimyati mengatakan bahwa dalam basic training tersebut terdapat belasan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan hingga resmi menjadi kader HMI-MPO di Serang.
“Belasan mahasiswa itu telah mendapatkan pelatihan, pembekalan tentu agar bisa mencapai dan menjalankan tujuan organisasi serta mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” singkatnya.(*)

Discussion about this post