JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,02 persen ke posisi Rp 16.656 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi. Angka ini turun dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.653 per dolar AS.
Pergerakan mata uang kawasan Asia tercatat bervariasi, meski mayoritas menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,04 persen, yuan China 0,03 persen, yen Jepang 0,05 persen, baht Thailand 0,05 persen, won Korea Selatan 0,15 persen, dan rupee India 0,24 persen. Sementara dolar Hong Kong turun 0,01 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,09 persen.
Indeks dolar AS turut melemah 0,05 persen ke level 98,97. Di sisi lain, rupiah menunjukkan penguatan terhadap beberapa mata uang global, antara lain euro sebesar 0,29 persen ke Rp 19.228, poundsterling Inggris 0,19 persen ke Rp 22.205, serta dolar Australia 0,20 persen ke Rp 11.015.
Analis Pasar Keuangan Lukman Leong menilai, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan seiring rebound dolar AS. Sentimen positif bagi greenback muncul setelah data klaim pengangguran AS menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan.
“Namun, pelemahan rupiah diperkirakan terbatas. Investor menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia siang ini,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per dolar AS sepanjang hari. (*)

Discussion about this post