SERANG, BANPOS – Dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemprov Banten menyiagakan 186 personel untuk mendukung kelancaran angkutan pada Nataru 2025-2026 di seluruh wilayah Banten. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui penguatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan maupun kawasan dengan potensi peningkatan mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo mengatakan, para petugas nantinya akan ditempatkan pada sejumlah Pos Pengaturan Lalu Lintas (Pos Gatur Lalin) yang tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, hingga Kota Tangerang.
“186 personel itu terbagi 20 orang di posko utama, 42 orang di posko pemantauan, 120 orang sebagai pengatur lalu linta, sama 4 orang petugas derek,” kata Tri, Kamis, (4/12).
“Pos-pos kita berada di simpang-simpang utama, seperti di jalur wisata Anyer, akses ke Pelabuhan Merak, exit tol yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan setiap libur akhir tahun, dan beberapa ada di titik-titik lokasi seperti gereja, pasar, dan tempat wisata,” tambahnya.
Tri mengungkapkan, dukungan peralatan juga telah dipersiapkan sebagai bagian dari pengamanan. Sebanyak 7 unit kendaraan roda empat, 15 unit roda dua, 1 unit kendaraan derek, 1 unit sky lift, 50 unit road barrier, 90 unit traffic cone, serta 20 unit rambu portable akan dikerahkan untuk mempercepat pengaturan arus lalu lintas.
“Keberadaan peralatan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan operasi untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman. Kita kan ingin kegiatan Natal dan Tahun Baru berlangsung lancar. Jadi semua personel yang kita siagakan itu untuk menjaga kondisi lalu lintas tetap terkendali,” jelasnya.
Tri menuturkan bahwa, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat mengingat kepadatan arus kendaraan diprediksi meningkat signifikan, terutama menuju daerah wisata.
“Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, tempat-tempat wisata dan pelabuhan itu cukup padat kendaraan. Dan terus terang kita nggak bisa kerja sendiri, makanya kita berkolaborasi dengan kepolisian, TNI, Basarnas, dan seluruh stakeholder terkait untuk merangkai skema pengaturan termasuk percepatan penanganan bila terjadi peningkatan kendaraan,” terangnya.
Lebih lanjut Tri menambahkan, fasilitas pendukung seperti derek, nantinya akan ditempatkan pada titik yang rentan terjadinya gangguan lalu lintas.
“Penanganan kendaraan mogok atau insiden lainnya harus cepat, makanya kita siagakan di posko utama dan pelabuhan, supaya tidak menyebabkan antrian panjang di jalur utama kalau terjadi kendala di kendaraan masyarakat,” tegasnya.
“Ya kita berharap semuanya berjalan lancar, dan ini bagian dari antisipasi kita untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dan berlibur dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.(*)



Discussion about this post