Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Puluhan Honorer Pemprov Banten Terancam Dirumahkan

by Muhamad Wahyu
Desember 4, 2025
in PEMERINTAHAN
Puluhan Honorer Pemprov Banten Terancam Dirumahkan

SERANG, BANPOS – Puluhan honorer di Pemprov Banten terancam dirumahkan lantaran adanya penegasan dari BKN bahwa terhitung 31 Desember 2025 mendatang tidak ada lagi honorer di intansi pemerintahan.

Hal tersebut diketahui setelah adanya upaya pengusulan ribuan honorer pemprov yang tidak lolos pada pengangkatan PPPK penuh beberapa waktu lalu untuk menjadi PPPK paruh waktu. Namun, hingga saat ini, upaya pengusulan dari BKD Provinsi Banten itu masih menyisakan puluhan honorer yang tidak masuk kedalam usulan pengangkatan PPPK paruh waktu di Banten.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026

“Sebelumnya kami mengusulkan sebanyak 4.671 honorer. Namun, yang melengkapi berkas dan terverifikasi hanya (sekitar, red) 4.640 orang,” kata Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Kinerja dan Disiplin di BKD Banten, Aan Fauzan Rahman saat dikonfirmasi BANPOS pada Rabu (3/12/2025).

Atas data tersebut, masih sekitar lebih dari 20 orang honorer pemprov terancam dirumahkan. Saat ditanya terkait Nasib yang tidak terakomodir tersebut, Aan enggan menjawab lantaran saat ini pihaknya Tengah fokus kepada pengangkatan PPPK paruh waktu.

“Kami konsen untuk penyelesaian paruh waktu dulu, karena amanat Pemerintah Pusat seperti itu,” tandasnya.

 

Pemprov Diminta Bijak

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi I DPRD Banten, Agus Maulana meminta pemerintah daerah tidak mengambil keputusan yang terburu-buru dan memastikan honorer tetap memiliki ruang bekerja, meski tidak seluruhnya dapat terakomodasi dalam formasi P3K.

Agus mengatakan, sejak awal kebijakan pengangkatan ASN melalui skema P3K hadir untuk memberi kepastian kepada mereka yang telah lama mengabdi tetapi tidak memiliki jaminan hak.

“Jangan sampai mereka yang sudah puluhan tahun bekerja untuk negara tiba-tiba tidak punya penghasilan hanya karena tidak tertampung di formasi,” ujarnya.

Ia yang juga politisi NasDem itu menjelaskan, proses seleksi P3K memang menuntut penyesuaian latar belakang pendidikan dengan kebutuhan jabatan. Dari 11.737 honorer yang terdaftar di BKN, sebagian besar sudah mengikuti tahapan seleksi administratif dan CAT. Namun sebagian lainnya tidak lolos karena mismatch atau ketidaksesuaian kualifikasi. Meski demikian, kata Agus, kondisi itu bukan alasan untuk langsung merumahkan.

“Kalau kita berbicara meritokrasi, tentu harus sesuai kemampuan dan pendidikan. Tetapi bukan berarti pilihan akhirnya adalah diberhentikan. Pemerintah masih bisa mencari skema lain agar mereka tetap bekerja,” tegasnya.

 

Persoalan Fiskal

Agus mengakui persoalan fiskal menjadi tantangan besar. Belanja pegawai Pemprov Banten telah mencapai 34 persen, melampaui batas maksimal 30 persen. Kondisi itu membuat ruang fiskal menyempit dan memengaruhi kemampuan daerah dalam mengangkat P3K maupun menyesuaikan tunjangan.

Namun, keterbatasan anggaran, menurut dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk melepaskan tenaga honorer begitu saja. Ia menilai Pemprov dan BKD masih memiliki opsi skema pengadaan pegawai non-ASN melalui pola kontrak pihak ketiga atau pola kerja waktu tertentu, selama posisi mereka memang masih dibutuhkan.

“Jika masih dibutuhkan organisasi, mereka harus dicarikan solusi. Prinsip saya, jangan sampai ada yang dirumahkan. Skemanya bisa disesuaikan, tidak harus honorer seperti dulu. Yang penting mereka tetap bekerja dan tetap mendapatkan penghasilan,” paparnya.

Agus memastikan akan meminta BKD menyampaikan data rinci jumlah tenaga honorer yang belum terakomodasi serta posisi masing-masing. Pemetaan itu, menurutnya, menjadi dasar penting agar Pemprov tidak gegabah mengikuti batas waktu nasional tanpa mempertimbangkan realitas kebutuhan daerah.

“Untuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis itu harus diprioritaskan. Tetapi untuk yang lain pun jangan langsung dianggap selesai. Pemerintah daerah harus hadir, harus mencari jalan. Negara tidak boleh meninggalkan mereka begitu saja,” tandasnya. (*)

Tags: dprd bantenHonorer DirumahkanHonorer PemprovPemprov Banten
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso
PEMERINTAHAN

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026
Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027
PEMERINTAHAN

Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027

Februari 21, 2026
Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK
PEMERINTAHAN

Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK

Februari 19, 2026
Next Post
Tak Cukup RSUD Malingping, Temuan BPK di Dua RSUD Ini juga Harus Diusut

Tak Cukup RSUD Malingping, Temuan BPK di Dua RSUD Ini juga Harus Diusut

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh