SERANG, BANPOS – Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko meninjau lahan jagung juara nasional seluas 22 hektare di Kampung Kabayan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kamis (4/12).
Lahan yang digarap Kelompok Tani Harapan binaan Polres Serang itu kini memasuki fase pertumbuhan optimal untuk masa tanam Kuartal IV yang dimulai awal Oktober lalu.
Peninjauan dilakukan sebagai bentuk dukungan Polres terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mengaktifkan kembali lahan tidur di wilayah Kabupaten Serang.
“Panen jagung diperkirakan berlangsung pertengahan Januari 2026 dan ditargetkan menghasilkan pipil jagung tidak kurang dari 150 ton,” jelas Condro.
Condro menekankan bahwa swasembada pangan hanya bisa tercapai jika lahan yang tidak terpakai dapat dioptimalkan.
Ia mendorong jajarannya, terutama polsek, untuk aktif mencari lahan yang bisa dijadikan lokasi budidaya.
“Kami berharap gerakan ini bisa mendorong swasembada pangan. Dari sekitar 400 hektare lahan jagung di wilayah Polres Serang, sekitar 60 persen itu memanfaatkan lahan tidur,” katanya.
Menurut Condro, selama ini tidak ada hambatan berarti terkait izin penggunaan lahan dari pemilik. Kunci keberhasilan justru berada pada kepercayaan yang harus dijaga.
“Nggak ada kendala. Mereka setuju dan langsung. Hal yang penting adalah menjaga integritas kita agar dipercaya. Itu sebenarnya yang susah,” ujarnya.
Polres Serang juga ikut menyediakan berbagai kebutuhan pertanian seperti bibit dan pupuk organik untuk mendukung produktivitas petani. “Kita sediakan semuanya. Sampai kita juga bikin pupuk organik, Pak Bhabin,” tambahnya.
Ketua Poktan Tani Harapan, Adi Sumadi, mengatakan bahwa keberhasilan pengelolaan lahan 22 hektare ini tidak lepas dari pendampingan Kapolres Serang.
Kelompoknya bahkan berhasil meraih juara nasional berkat program budidaya jagung yang dijalankan sejak tahun lalu.
Adi memperkirakan panen mendatang akan mencapai 150 ton. Setelah panen, pihaknya akan melakukan perluasan areal tanam seluas 6 hektare.
“Bahkan dibuatkan sambungan air dari PAM ke ladang, karena tak ada sumur,” ungkapnya. (*)

Discussion about this post