JAKARTA, BANPOS – Menutup perjalanan isu lingkungan sepanjang 2025, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI) menggelar diskusi Ngobrol Peduli Lingkungan disingkat Ngopling, di Taman Teras, Tebet Eco Park, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Mengusung tema “Refleksi Hijau Akhir Tahun: Memandang Ulang Perjalanan Isu Lingkungan Bersama Media Nasional”, forum ini menjadi ruang evaluasi bersama antara industri dan insan pers dalam mengawal dinamika ekologis sepanjang tahun.
Acara ini menghadirkan narasumber Public Relation & Legal Manager PPLi, Arum Tri Pusposari, dan Ketua AJPLI Fazri Rizkiya, serta diikuti jurnalis dari berbagai media nasional.
Ketua AJPLI Fazri Rizkiya menegaskan bahwa , jurnalis memiliki perspektif tajam dalam membaca fenomena kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran hingga persoalan limbah yang kian kompleks.
“Refleksi akhir tahun ini penting agar kita memahami perjalanan isu lingkungan sepanjang 2025, apa tantangannya, bagaimana media mengawal, dan sejauh mana industri bisa berkontribusi,” ujar Fazri.
Fazri mengapresiasi konsistensi PPLi dalam mengangkat isu pelestarian lingkungan serta dukungannya terhadap kegiatan edukasi yang digagas AJPLI. Dia menggaransi, Ngopling akan terus menjadi ruang diskusi yang sehat agar media dan industri dapat berjalan beriringan.
Dalam kesempatan itu, Public Relation & Legal Manager PPLi Arum Tri Pusposari memaparkan komitmen PPLi sebagai perusahaan pengelola limbah industri terbesar dan terlengkap di Indonesia. Sejak beroperasi di Tahun 1994, PPLi telah mengelola lebih dari 5 juta ton limbah dari berbagai sektor.
Dijelaskannya, dengan area operasional 60 hektare, di Desa Nambo, Bogor, Jawa Barat, PPLi memiliki berbagai fasilitas berstandar internasional, antara lain: landfill sedimen khusus, insinerator ramah lingkungan berkapasitas 50 ton per hari, fasilitas pengolahan abu pembakaran, fasilitas pengelolaan limbah PCBs, hingga sistem pemantauan emisi real-time (CEMS).
“Semua limbah dikelola berdasarkan karakteristik dan hasil uji laboratorium. Prosesnya transparan dan sesuai regulasi, untuk memastikan keamanan lingkungan,” jelas Arum.
Selama 2025, kata Arum, PPLi aktif terlibat dalam berbagai agenda lingkungan, seperti penanaman pohon, pembersihan sungai, bekerja sama dengan Pemerintah dalam pemusnahan limbah udang radioaktif, hingga pemusnahan limbah impor ilegal.
Tidak hanya industri, berbagai pemangku kepentingan, Pemerintah daerah, DPRD, kementerian, aparat penegak hukum, mahasiswa hingga pelajar, telah menjadikan PPLi sebagai rujukan pengelolaan limbah B3 yang baik.
Rencananya, kata Arum, PPLi akan melakukan ekspansi ke Karawang, Jawa Barat pada 2029. Lahan seluas 60 hektare telah disiapkan. Saat ini, tengah diproses kelengkapan dokumen pembangunan infrastruktur.
Nantinya, kantor di Karawang akan dibangun landfill atau tempat pembuangan akhir sekaligus tempat mengelola limbah B3. “Kondisi bukit limbah di Nambo hampir penuh. Dalam 10 tahun ke depan akan ditutup,” ujarnya. (*)



Discussion about this post