SERANG, BANPOS – Gerbong khusus petani dan pedagang telah resmi beroperasi secara perdana pada Senin (1/12).
Gerbong tersebut itu dioperasikan untuk melayani rute perjalanan para pedagang dan petani dari Stasiun Rangkasbitung menuju pemberhentian akhir di Stasiun Merak.
Berdasarkan pantauan BANPOS di Stasiun Rangkasbitung Ultimate, gerbong khsus tersebut terpasang pada rangkaian kereta api rute perjalanan Rangkasbitung–Merak.
Tampak adanya beberapa perbedaan antara gerbong penumpang umum dengan gerbong khusus petani dan pedagang.
Perbedaan pertama terletak pada warna yang digunakan.
Jika gerbong penumpang umum berwarna abu-abu, gerbong khusus petani dan pedagang justru dibedakan dengan warna hijau.
Kemudian perbedaan selanjutnya terlihat dari sisi fasilitas yang disediakan.
Gerbong penumpang umumnya menggunakan kursi tegak saling berhadapan dengan konfigurasi penumpang 3-2 atau 2-2.
Sementara kursi pada gerbong khusus tersebut dibuat sejajar dengan dinding kereta di sisi kanan dan kirinya, mirip seperti posisi kursi pada gerbong rangkaian kereta listrik atau KRL.
Lalu dari segi interior, kesan modern pada gerbong khusus petani dan pedagang tampak begitu terasa ketika pertama kali memasukinya karena adanya beberapa perubahan dari sisi interior.
Lain halnya dengan gerbong kereta penumpang umum yang masih mempertahankan kondisi interiornya yang tampak lawas.
Ida, salah satu pedagang yang menikmati fasilitas tersebut menungkapkan, keberadaan gerbong khusus tersebut sangat disyukurinya.
Sebab dengan adanya gerbong tersebut membuat dirinya tak perlu lagi harus berdesakan dengan penumpang lainnya.
Dia kini bisa lebih leluasa dan merasa aman ketika hendak menaiki kereta dari Rangkasbitung menuju kediamannya di Cikeusal.
“Sekarang mah enak. Nyaman,” katanya saat merasakan sensasi laju kereta api di gerbong khusus petani dan pedagang.
Hal serupa juga turut dirasakan oleh pedagang lainnya bernama Yati dan Sunarti. Keduanya merupakan pedagang asal Cikeusal yang biasa berdagang di Kota Cilegon.
Yati mengungkapkan, sebelum adanya gerbong khusus tersebut dirinya dan Sunarti harus berjibaku dengan penumpang lainnya dalam memperebutkan posisi di dalam gerbong.
Bahkan, kata Yati, tak jarang dagangannya tak sengaja tertendang penumpang lainnya lantaran kondisi gerbong yang sangat padat.
Namun dengan adanya gerbong khusus petani dan pedagang dirinya tak lagi harus merasakan kesusahan itu.
“Kalau kita naik kan kita yang ngalah duluan,” ucapnya. (*)



Discussion about this post