Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Resmi! Bakrie & Brothers (BNBR) Pegang Kendali Penuh Tol Cimanggis-Cibitung, Nilai Transaksi Tembus Triliunan Rupiah

by Lukman Hapidin
November 30, 2025
in EKONOMI

JAKARTA, BANPOS – Sebuah langkah strategis besar kembali mewarnai sektor infrastruktur Indonesia.

Emiten legendaris PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) secara resmi mengumumkan penuntasan pengambilalihan kendali atas PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Baca Juga

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Januari 16, 2026
Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Desember 12, 2025

Saham BUMI ‘Mengamuk’ Tembus Rp326, Cetak Multibagger Berkat Aksi Borong Asing dan Isu Akuisisi

Desember 11, 2025
Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Desember 11, 2025

Langkah ini menandai kembalinya dominasi Grup Bakrie dalam pengelolaan aset strategis jalan tol di kawasan Jabodetabek, sekaligus menjadi sinyal kuat bagi para pelaku pasar dan investor mengenai keseriusan perseroan dalam memperkokoh portofolio bisnisnya.

Aksi korporasi yang bernilai fantastis ini tidak dilakukan secara langsung oleh induk perusahaan, melainkan dieksekusi melalui entitas anak usahanya, yakni PT Bakrie Toll Indonesia (BTI).

Kesepakatan ini melibatkan nilai transaksi yang mencapai Rp1 triliun, sebuah angka yang mencerminkan valuasi tinggi dan potensi ekonomi jangka panjang dari ruas tol yang menghubungkan dua titik vital di kawasan penyangga ibu kota tersebut.

Detail Transaksi Pembelian Saham

Dalam keterbukaan informasi dan data yang dihimpun, proses akuisisi ini dilakukan BTI dengan memborong mayoritas saham yang sebelumnya dipegang oleh dua institusi besar lainnya.

BTI melakukan pembelian sebanyak 72 juta lembar saham CCT.

Jumlah ini setara dengan 90 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan pengelola jalan tol tersebut.

Struktur pembelian saham ini terbagi menjadi dua bagian utama yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga pembiayaan infrastruktur.

Rinciannya adalah sebagai berikut: BTI membeli 28 juta saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road (WTR), yang merepresentasikan kepemilikan sebesar 35 persen.

Selanjutnya, porsi yang lebih besar diambil alih dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebanyak 44 juta saham, atau setara dengan kepemilikan 55 persen.

Dengan rampungnya transaksi ini, kepemilikan saham dari pihak Waskita Toll Road dan SMI di dalam struktur PT Cimanggis Cibitung Tollways kini telah beralih sepenuhnya ke tangan Grup Bakrie melalui BTI.

Pengambilalihan Utang dan Piutang Jumbo

Fakta menarik dari transaksi ini adalah cakupannya yang tidak sekadar berhenti pada jual-beli lembar saham.

Aspek finansial lain yang menjadi sorotan dalam kesepakatan ini adalah pengambilalihan kewajiban keuangan.

Selain membayar nilai saham, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) juga mengambil alih piutang pemegang saham yang sebelumnya dimiliki oleh WTR dan SMI kepada CCT.

Nilai pengambilalihan piutang ini bahkan jauh lebih besar daripada nilai transaksi sahamnya, yakni mencapai total Rp2,57 triliun.

Dana jumbo tersebut merupakan pokok pinjaman dari pemegang saham (Shareholder Loan) yang sebelumnya disuntikkan oleh WTR dan SMI untuk pembangunan dan operasional tol.

Langkah BTI untuk mengambil alih piutang ini menunjukkan komitmen penuh perusahaan untuk menyehatkan neraca keuangan CCT dan memastikan kendali penuh atas manajemen utang perusahaan ke depannya.

Jika diakumulasikan, total komitmen finansial yang digelontorkan dalam aksi korporasi ini, menggabungkan nilai pembelian saham dan pengambilalihan piutang, menunjukkan skala investasi yang sangat masif dari Grup Bakrie untuk mengamankan aset infrastruktur ini.

Strategi Konsolidasi Lewat Hak ROFO

Langkah akuisisi ini bukanlah keputusan yang mendadak, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang telah direncanakan dengan matang.

Sebelum transaksi ini terjadi, BNBR sejatinya sudah memiliki jejak kepemilikan di dalam CCT.

Manajemen menjelaskan, BNBR telah memiliki 10 persen kepemilikan langsung maupun tidak langsung di CCT melalui PT Bakrie Indo Infrastructure.

Kepemilikan minoritas ini menjadi pintu masuk yang krusial bagi BNBR.

Ketika PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR) memiliki rencana untuk melakukan divestasi atau melepas saham mereka di CCT, BNBR memiliki posisi tawar yang kuat.

Perseroan memiliki hak Right of First Offer (ROFO), yaitu hak istimewa untuk mendapatkan penawaran pertama sebelum saham tersebut ditawarkan ke pihak lain.

BNBR menilai, akuisisi ini merupakan momentum strategis untuk mengkonsolidasikan kepemilikan penuh atas CCT.

Dengan mengeksekusi hak ROFO tersebut, kini BNBR tidak lagi hanya menjadi pemegang saham minoritas, melainkan pengendali tunggal atas operasional dan masa depan Tol Cimanggis-Cibitung.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang signifikan bagi kinerja keuangan perseroan di masa mendatang, mengingat volume lalu lintas di kawasan Cimanggis dan Cibitung yang terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri dan perumahan di sekitarnya. (*)

Tags: Akuisisi TolBakrie & BrothersBerita Bisnis TerkiniBNBRBursa EfekBursa Efek IndonesiaBursa SahamInvestasi InfrastrukturSahamSaham BNBRTol Cimanggis-CibitungWaskita Toll Road
ShareTweetSend

Berita Terkait

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500
EKONOMI

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Januari 16, 2026
Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin
EKONOMI

Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Desember 12, 2025
EKONOMI

Saham BUMI ‘Mengamuk’ Tembus Rp326, Cetak Multibagger Berkat Aksi Borong Asing dan Isu Akuisisi

Desember 11, 2025
Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar
EKONOMI

Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Desember 11, 2025
EKONOMI

Manuver Raksasa Pasar Modal: Chengdong Lepas Ratusan Juta Saham BUMI, Lo Kheng Hong Kembali Serok GJTL

Desember 11, 2025
IHSG Perkasa, Nilai Transaksi Tembus Rp33,88 triliun, Saham BUMI Meroket Tajam Hampir 20 Persen
EKONOMI

IHSG Perkasa, Nilai Transaksi Tembus Rp33,88 triliun, Saham BUMI Meroket Tajam Hampir 20 Persen

Desember 11, 2025
Next Post

Saham Petrokimia Ini Resmi Multibagger, Pimpin Top Gainers November Usai Pabrik Diresmikan Presiden Prabowo

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh