Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Lawan Apatisme Sejarah, Gen Cilegon Desak Pembangunan Museum di Tugu Geger Cilegon dan Revisi Kurikulum Lokal

by Lukman Hapidin
November 30, 2025
in PENDIDIKAN, PERISTIWA
Lawan Apatisme Sejarah, Gen Cilegon Desak Pembangunan Museum di Tugu Geger Cilegon dan Revisi Kurikulum Lokal

CILEGON, BANPOS – Di tengah gempuran arus informasi digital dan tren global yang kian masif, kekhawatiran mengenai lunturnya identitas lokal di kalangan anak muda menjadi isu yang mendesak.

Menjawab tantangan tersebut, komunitas Gen Cilegon mengambil langkah progresif dengan menyerukan revitalisasi pemahaman sejarah lokal, khususnya mengenai perjuangan tokoh sentral Banten, Ki Wasyid.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026

Momentum ini mencuat dalam acara bincang-bincang bertajuk “Ngababad Tanah Baja” yang diselenggarakan oleh CJ Sipeung, Sabtu malam lalu.

Acara ini bukan sekadar diskusi sejarah biasa, melainkan menjadi panggung bagi Generasi Z untuk bersuara lantang mengenai pentingnya akar budaya.

Hadir mewakili Gen Cilegon, tiga pemuda inspiratif yakni Kalipha Umara Aruma, Davyndra Pasha Satriatama, dan Muhammad Furqon, tampil sebagai representasi generasi masa kini yang menolak lupa pada sejarah tanah kelahirannya.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut semakin berbobot dengan kehadiran K.H. Asep, tokoh keluarga dari Ki Wasyid.

Kehadirannya memberikan legitimasi dan kedalaman emosional pada pembahasan, di mana K.H. Asep menuturkan secara langsung kisah heroik, keteguhan hati, dan nilai pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan oleh Ki Wasyid.

Narasi ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan masa lalu yang penuh perjuangan dengan masa kini yang penuh tantangan modernitas.

Dalam forum tersebut, perwakilan Gen Cilegon menyoroti sebuah fenomena yang cukup meresahkan, yakni tingginya tingkat keapatisan Generasi Z terhadap sejarah lokal.

Kemudahan akses terhadap budaya pop global seringkali membuat kisah-kisah perjuangan daerah sendiri terpinggirkan dan dianggap usang.

Padahal, nilai-nilai keberanian yang ditunjukkan Ki Wasyid sangat relevan untuk diadopsi sebagai karakter pemuda masa kini.

Menanggapi realitas tersebut, Kalipha Umara Aruma menekankan bahwa sejarah tidak boleh hanya dipandang sebagai hafalan tahun dan nama, melainkan sebagai kompas moral.

Dalam pemaparannya, ia memberikan pandangan tajam mengenai urgensi konektivitas antara masa lalu dan masa kini.

“Belajar dari Ki Wasyid bukan hanya mempelajari masa lalu, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang bisa kita terapkan hari ini. Identitas daerah itu penting, dan sejarah adalah fondasinya,” tegas Kalipha di hadapan para peserta diskusi.

Pernyataan tersebut menjadi landasan bagi Gen Cilegon untuk melontarkan gagasan-gagasan konkret kepada pemangku kebijakan.

Davyndra Pasha Satriatama dan Muhammad Furqon, yang turut mendampingi Kalipha, menyampaikan aspirasi agar pemerintah dan lembaga pendidikan tidak menutup mata.

Mereka mendesak agar narasi sejarah lokal, khususnya Perjuangan Geger Cilegon dan ketokohan Ki Wasyid, mendapatkan porsi yang lebih besar dan substansial dalam kurikulum sekolah.

Hal ini dinilai krusial agar generasi penerus memiliki fondasi identitas yang kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh budaya asing.

Tak berhenti pada ranah akademis, Gen Cilegon juga menyodorkan usulan fisik yang strategis.

Mereka mendorong pemerintah daerah untuk membangun sebuah museum representatif di kawasan Tugu Geger Cilegon.

Lokasi ini dinilai memiliki nilai historis dan emosional yang tinggi sebagai saksi bisu perjuangan Ki Wasyid.

Pembangunan museum ini diharapkan bukan sekadar menjadi monumen mati, melainkan bertransformasi menjadi ruang publik yang interaktif dan sarana edukasi yang hidup bagi pelajar maupun masyarakat umum.

Dengan adanya museum, warisan sejarah tidak akan hilang ditelan zaman, melainkan terus lestari dan dapat dipelajari secara visual dan naratif oleh generasi mendatang.

Langkah inisiatif yang diambil oleh Gen Cilegon melalui acara “Ngababad Tanah Baja” ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas.

Sinergi antara komunitas kreatif, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam merawat ingatan kolektif masyarakat Cilegon.

Semangat ini membuktikan bahwa anak muda Cilegon siap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah dan sejarah daerahnya. (*)

Tags: CilegonGeger CilegonGen CilegonGen ZKi WasyidKota CilegonMuseum Sejarah CilegonNgababad Tanah BajaSejarah Banten

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri
PERISTIWA

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional
EKONOMI

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU
PERISTIWA

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026
Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan
EKONOMI

Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan

Februari 21, 2026
CAA Gelar Konsultasi Publik,  Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL
EKONOMI

CAA Gelar Konsultasi Publik, Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL

Februari 16, 2026
Next Post
Kantongi Rp536 Miliar, Summarecon Agung (SMRA) Resmi Lepas Bukit Permai Properti ke Tangan BUVA

Kantongi Rp536 Miliar, Summarecon Agung (SMRA) Resmi Lepas Bukit Permai Properti ke Tangan BUVA

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh