Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten

by Ipay
November 30, 2025
in HEADLINE, NASIONAL, PEMERINTAHAN, PILIHAN REDAKSI
Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten

SERANG, BANPOS – Menjelang perhelatan akbar Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, satu sosok baru hadir menyapa publik untuk pertama kalinya di alun-alun Kota Serang, Minggu (30/11). Sosok itu bukan pejabat, bukan pula tokoh nasional, melainkan seekor badak Jawa antropomorfis bernama Si Juhan, akronim dari Si Jurnalis Handal.

Si Juhan bukan hanya tampil sebagai duta visual HPN. Namun, lebih dari sekadar maskot, ia membawa narasi panjang tentang ketangguhan, kearifan, dan identitas daerah yang ingin ditampilkan Banten kepada Indonesia.
Dalam proses kreatifnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten bersama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Provinsi Banten, menyepakati penggunaan Badak Jawa.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026

Bukan Sekedar Asal Pilih

Menurut Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, Badak Jawa, atau yang biasa dikenal sebagai Badak Bercula Satu, merupakan sosok hewan tangguh yang pantang menyerah. Dengan keterbatasannya, Badak Bercula satu masih terus berupaya beregenerasi dan menolak untuk punah. “Begitupun wartawan, yang tidak pernah menyerah dalam mencari sumber terpercaya untuk melengkapi pemberitaan yang berimbang, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan masukan para tokoh, khususnya tokoh pers, disematkan sejumlah atribut Badui. Penyematan atribut ini memberi pesan bahwa, Pers Indonesia tidak boleh sekalipun melupakan akarnya, yakni masyarakat. “Pers harus menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat, pesan ini kami sematkan dalam atribut badui yang dikenakan maskot HPN,” ucapnya.

Libatkan Desainer Grafis

Untuk mengejawantahkan pemikiran ini, PWI Banten bersama dengan DiskominfoSP Banten menunjuk Mahdiduri, seorang desainer grafis yang cukup terkenal di Banten. Dengan beberapa perbaikan, berdasarkan arahan PWI Banten, akhirnya tercipta karakter Badak Jawa, hewan langka yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. Bukan semata karena ikon Banten, tetapi karena filosofi yang dibawanya. Badak adalah simbol keteguhan, ketahanan, dan kewaspadaan.

Nilai-nilai itu dipadankan dengan peran pers sebagai penjaga kebenaran. Diantaranya, bekerja senyap namun berdampak, teguh berdiri di tengah tekanan, dan tetap konsisten melindungi kepentingan publik. “Si Juhan dibuat sebagai sosok yang jenaka tapi tetap berwibawa. Ia mewakili semangat pers yang hangat namun tidak kehilangan prinsip,” ujar Mahdiduri, menerangkan karakter bentukan PWI Banten ini.

Pers yang Jenaka dan Berwibawa

Dengan wajah ceria dan mata yang ekspresif, karakter ini menggambarkan pers yang komunikatif, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.
Filosofi berikutnya datang dari pilihan atribut budaya. Mahdiduri menjelaskan, berdasarkan arahan PWI dan DiskominfoSP, disepakati tubuh Si Juhan dibalut dengan pangsi hitam, ikat kepala (lomar), dan tas koja – tiga elemen khas Baduy yang penuh makna.

Mahdiduri menjabarkan, pangsi hitam, yang dikenakan Si Juhan melambangkan kesederhanaan, kejujuran, dan kerendahan hati, nilai yang idealnya menjadi pijakan insan pers dalam bekerja. Sedangkan Ikat kepala (lomar), ungkapnya, adalah simbol hormat pada tradisi dan leluhur, sekaligus refleksi dari integritas moral yang tidak tergoyahkan. “Tas koja menjadi metafora yang lebih dalam: wadah untuk menampung informasi dan aspirasi publik, namun tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Perpaduan atribut ini menjadikan Si Juhan bukan sekadar representasi visual, tetapi refleksi dari nilai-nilai masyarakat Banten yang bersahaja, jujur, dan menghormati akar budaya.

Mahdiduri menambahkan, sebagai maskot Hari Pers Nasional, Si Juhan tampil lengkap dengan perlengkapan liputan. Di tangan kirinya, ia menggenggam pena dan buku catatan – ikon klasik pekerjaan jurnalistik yang menandakan kesiapan mencatat fakta. Kemudian menghimpun suara masyarakat, dan memotret dinamika zaman. Dari tas kojan-nya, terselip kartu pers, simbol identitas, otoritas, dan profesionalisme.

Tangan kanan Si Juhan melambai, memberi kesan ramah, inklusif, dan menyambut ribuan insan pers yang akan hadir ke Banten. Gaya tubuh yang ringan ini mempertegas bahwa HPN 2026 ingin membangun suasana yang hangat, perayaan yang tidak hanya formal, tetapi juga dekat dengan publik. “Perpaduan budaya lokal dan simbol jurnalistik ini untuk menghadirkan karakter yang hangat, inklusif, dan mudah diterima semua kalangan,” katanya.

Pesan Besar

Rian Nopandra, menegaskan bahwa karakter ini dirancang dengan satu pesan besar, pers yang sehat akan membuat bangsa menjadi kuat. Sebagaimana tema HPN 2026 “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Dalam filosofi desainnya, budaya Baduy menjadi fondasi moral, sementara atribut pers menjadi representasi dinamika. Dua kutub ini menyatu pada tubuh Si Juhan, sebuah metafora bahwa jurnalisme tidak boleh tercerabut dari akar sosial tempat ia bekerja.

Dengan diluncurkannya Si Juhan, HPN 2026 di Banten ingin menghadirkan suasana berbeda, lebih memasyarakat, lebih membumi, dan lebih mencerminkan karakter daerah. Si Juhan hadir sebagai pengingat bahwa pers, layaknya badak yang tangguh, harus tetap tegak menjadi pelindung kebenaran. “Si Juhan bukan sekadar maskot. Ia adalah simbol budaya, pernyataan sikap, sekaligus wajah etos kerja insan pers yang akan meramaikan Tanah Jawara di tahun 2026,” ucap Rian. (*)

Tags: Badak bercula satubadak jawaBantenHPNHPN 2026Pemprov BantenPWIpwi bantenPWI Pusat

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso
PEMERINTAHAN

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026
Next Post
Tahun yang Kita Ciptakan

Tahun yang Kita Ciptakan

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh