SERANG, BANPOS – Universitas Banten (UNIBA) menggelar Temu Wicara Pramuka. Kegiatan ini fokus mencetak generasi muda tangguh dan cerdas. Acara berlangsung di Auditorium lantai 6 UNIBA, Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting. Momentum itu mempererat kolaborasi pendidikan. Kolaborasi melibatkan pendidikan formal dan non-formal. Tujuannya mencetak pemimpin masa depan. Pemimpin itu siap hadapi tantangan dengan penuh percaya diri.
Selanjutnya, kegiatan ini menarik perhatian 154 peserta. Mereka adalah pelajar SMA sederajat se-Provinsi Banten. Acara dihadiri langsung oleh Rektor UNIBA dan Ketua Kwarda Banten. Selain itu, Pembina Pramuka juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
Pramuka: Laboratorium Karakter Bangsa
Ketua Pelaksana, Siti Nur Alviyah, melaporkan kegiatan ini. Dia menjelaskan tujuannya memperkuat peran Pramuka. Oleh karena itu, Pramuka harus menyiapkan generasi muda berkarakter. Mereka harus siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dia menegaskan, “Pramuka memiliki peran sangat strategis. Peran ini membentuk karakter bangsa.” Selanjutnya, ia menyebut pembinaan berbasis nilai luhur. Nilai luhur itu seperti kejujuran dan kedisiplinan. “Kita dapat mencetak generasi muda tangguh dan cerdas,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia kemudian menjelaskan upaya giat Pramuka. Upaya ini membekali peserta menghadapi tantangan. Mereka diajak bangkit dari kegagalan. Peserta juga harus beradaptasi dengan perubahan. Giat ini mengembangkan jiwa kepemimpinan berani. Selain itu, jiwa kepemimpinan harus bertanggung jawab dan memotivasi.
Kepemimpinan Berintegritas Tinggi
Pembina Pramuka Tito Parta Wibowo turut mengungkapkan pandangannya. Dia mengangkat tema untuk memperkuat peran Pramuka. Peran ini sebagai wadah pembentukan karakter. Karakter tersebut tidak hanya cerdas intelektual. Namun, juga tangguh hadapi tantangan hidup.
Dia berharap, “Melalui kegiatan kepramukaan, kami dapat melahirkan pribadi berintegritas tinggi.” Pribadi itu juga harus mampu berpikir kritis. Kemudian, pribadi itu harus memiliki mental yang kuat.
Rektor UNIBA, Prof. Bambang Dwi Suseno, menyatakan dukungannya. Dia menekankan pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan ini harus ada di kalangan mahasiswa dan pelajar.
“Kepramukaan adalah wadah aplikatif,” ungkap Rektor. Dia menambahkan, wadah itu dapat menjadi laboratorium karakter. Selain itu, wadah ini menjadi gerakan pembentukan karakter. Wadah ini memberikan pembekalan inklusif. Pembekalan itu menggabungkan pendidikan dan soft skill. Semua dibentuk dari berbagai giat kepramukaan.
Rektor menambahkan, UNIBA selalu berkomitmen. Kampus mendukung berbagai kegiatan bermanfaat. Kegiatan tersebut mengembangkan karakter mahasiswa. Termasuk, program Pramuka yang UNIBA harapkan. Program ini mencetak calon pemimpin berwawasan luas. Calon pemimpin itu harus memiliki integritas.
Kolaborasi Cetak Pemimpin Masa Depan
Ketua Kwarda Banten, Septo Kalnadi, juga memberikan pesan. Dia meminta peserta menjaga semangat persaudaraan. Mereka juga harus menerapkan nilai Pramuka.
Dia menyebut, “Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi.” Namun, kegiatan ini juga kesempatan berharga. Kesempatan itu untuk memperkaya pengetahuan. Selain itu, kegiatan ini memperkaya keterampilan muda. Tujuannya agar lebih siap menjadi pemimpin masa depan.
Akhirnya, Temu Wicara Pramuka ditutup. Penutupan ini membawa harapan besar. Harapan itu membangun generasi tangguh fisik. Selain itu, mereka harus cerdas hadapi era digital.
Melalui acara ini, diharapkan semua peserta membawa pulang nilai positif. Nilai itu diterapkan dalam kehidupan pribadi. Nilai tersebut juga diterapkan di masyarakat. Semangat menciptakan generasi berkarakter menjadi komitmen. Komitmen ini melibatkan UNIBA dan Kwarda Banten. Serta, seluruh pembina Pramuka di wilayah itu. (*)

Discussion about this post