Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pangeran Aria Ahmad Jayadiningrat: Diplomat Ulung dari Banten yang Perjuangannya Kerap Terlupakan

by Lukman Hapidin
November 28, 2025
in All-Bantani, POLITIK
Pangeran Aria Ahmad Jayadiningrat: Diplomat Ulung dari Banten yang Perjuangannya Kerap Terlupakan

CILEGON, BANPOS – Di balik deretan nama besar pahlawan nasional, terselip sosok visioner dari Banten yang kiprahnya jarang mendapat perhatian generasi masa kini. Ia adalah Pangeran Aria Ahmad Jayadiningrat, seorang birokrat ulung yang memilih berjuang dari dalam sistem kolonial untuk membela kaum pribumi.

Jauh sebelum diplomasi modern dikenal, Ahmad sudah melangkah ke panggung internasional di Jenewa, membawa suara rakyat terjajah ke hadapan dunia.

Baca Juga

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Sampah Tirtayasa

Maret 5, 2026
Bupati Serang dan DPRD Kolaborasi Bantu Korban Banjir

Bupati Serang dan DPRD Kolaborasi Bantu Korban Banjir

Februari 1, 2026
Bupati Serang Ratu Zakiyah Terima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2025

Bupati Serang Ratu Zakiyah Terima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2025

Desember 23, 2025

Tumbuh di Dua Dunia

Lahir di Pandeglang pada 16 Agustus 1877, Ahmad tumbuh di dua dunia yang kontras. Sebagai putra Raden Tumenggung Jayadiningrat dan Ratu Salehah, ia memiliki privilese bangsawan, namun dibesarkan dengan nilai-nilai pesantren di Karundang. Posisi ayahnya sebagai pejabat Hindia Belanda membuatnya kerap menjadi sasaran ejekan, memberikan pengalaman pahit yang justru menumbuhkan empati pada kaum terpinggirkan.

Pendidikan Ahmad menggambarkan kerasnya diskriminasi rasial masa kolonial. Saat bersekolah di Europe Lagere School (ELS) Serang dan Hogere Burgerschool (HBS) Batavia, ia merasakan langsung dominasi kaum kulit putih. Untuk menghindari perlakuan tidak adil, ia bahkan menggunakan nama samaran “Willem van Bantam”—bukan sekadar identitas baru, tetapi simbol perlawanan sunyi seorang anak muda pribumi yang ingin membuktikan kecerdasannya.

Berbekal kapasitas intelektualnya, karier Ahmad melesat. Ia memulai sebagai juru tulis di Kejaksaan Serang, kemudian diangkat sebagai Bupati Serang pada 1901, menggantikan ayahnya. Kariernya mencapai puncak saat ia dipercaya menjadi Bupati Batavia pada 1924–1929. Di tengah pusat kekuasaan Hindia Belanda, Ahmad tampil sebagai pemimpin progresif yang memberi ruang bagi gerakan nasional, termasuk aktivitas Syarikat Islam—langkah berani mengingat posisinya yang rawan.

Suara Pribumi di Volksraad

Perjuangan politik Ahmad mencapai puncak ketika ia menjadi anggota Volksraad pada 1918 mewakili Nederlandsch Indische Vorstenbond. Di lembaga itu, ia tidak sekadar hadir sebagai pengisi kursi. Ahmad lantang memperjuangkan hak pribumi, termasuk usulan krusial agar bahasa Melayu dan Belanda dijadikan bahasa resmi sidang.

Usulan ini bukan perkara sepele. Bahasa pada masa itu menjadi tembok pembatas partisipasi politik. Mendorong penggunaan bahasa Melayu adalah upaya Ahmad meruntuhkan elitisme kolonial dan memberikan akses yang lebih luas bagi wakil pribumi untuk bersuara.

Kiprahnya bahkan diakui dunia internasional. Ahmad pernah mewakili Hindia Belanda dalam forum Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, di mana ia kembali bertemu dengan Snouck Hurgronje—mentor masa mudanya sekaligus orientalis terkemuka. Keberadaan Ahmad di forum dunia membuktikan kapasitasnya sebagai diplomat ulung.

Pergulatan hidup dan refleksi sosialnya dituangkan dalam otobiografi “Renungan Pangeran Arya Ahmad Jayadiningrat” (1936). Buku ini menjadi dokumen sejarah penting, mengingat sangat sedikit pejabat pribumi pada masa itu yang menuliskan perjalanan hidup secara komprehensif.

Melalui karya ini, generasi muda dapat melihat bagaimana seorang bangsawan Banten memilih jalan perlawanan melalui intelektualitas dan integritas.

Wafat dan Warisan Moral

Ahmad Jayadiningrat wafat pada 22 Desember 1943 dalam usia 66 tahun. Meski namanya tidak setenar tokoh pergerakan bersenjata, warisan intelektual dan keberanian moralnya tetap hidup. Ia mengajarkan bahwa perlawanan tidak selalu dilakukan dengan senjata—tetapi melalui diplomasi, pendidikan, dan keberanian menjaga integritas di tengah tekanan kekuasaan. (*)

Tags: Ahmad JayadiningratBupati SerangDiskriminasi PribumiPahlawan BantenSejarah BantenSejarah Pergerakan Nasional.Tokoh Nasional Volksraad

Berita Terkait

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter
KESRA

Bupati Serang: Pesantren Ramadan Cetak Generasi Berkarakter

Maret 5, 2026
GAYA HIDUP

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Sampah Tirtayasa

Maret 5, 2026
Bupati Serang dan DPRD Kolaborasi Bantu Korban Banjir
KESRA

Bupati Serang dan DPRD Kolaborasi Bantu Korban Banjir

Februari 1, 2026
Bupati Serang Ratu Zakiyah Terima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2025
PEMERINTAHAN

Bupati Serang Ratu Zakiyah Terima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2025

Desember 23, 2025
Gubernur Pastikan Stok dan Harga Stabil Di Pasar Ciruas Jelang Nataru ​
EKONOMI

Gubernur Pastikan Stok dan Harga Stabil Di Pasar Ciruas Jelang Nataru ​

Desember 17, 2025
Zakiyah Keluhkan Pemangkasan TKD dan Minimnya DBH di Hadapan Komisi II DPR RI
EKONOMI

Zakiyah Keluhkan Pemangkasan TKD dan Minimnya DBH di Hadapan Komisi II DPR RI

Desember 3, 2025
Next Post
Satu Pulau Dua Warna, Mengupas Tuntas Perbedaan Suku Sunda dan Jawa: Dari Jejak Majapahit Hingga Mitos Pernikahan

Satu Pulau Dua Warna, Mengupas Tuntas Perbedaan Suku Sunda dan Jawa: Dari Jejak Majapahit Hingga Mitos Pernikahan

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh