SERANG, BANPOS – Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Salichan, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK). Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki peluang kerja yang lebih besar dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Banyak lulusan SMK yang sebenarnya siap kerja, tetapi di lapangan mereka masih kesulitan mendapatkan pekerjaan karena jurusannya sudah tidak sesuai kebutuhan industri,” ujar Ananda, Kamis (27/11).
Ananda mencontohkan jurusan administrasi perkantoran sebagai salah satu bidang yang semakin kehilangan relevansi. Persaingan di sektor administrasi kini didominasi oleh lulusan D3 dan S1 manajemen, sehingga lulusan SMK lebih sulit diterima. “Jurusan perkantoran itu saat melamar kerja otomatis kalah bersaing dengan lulusan D3 dan S1 manajemen. Karena itu perlu dilakukan evaluasi,” jelasnya.
Kebutuhan Tenaga Kerja IT Meningkat
Di sisi lain, Ananda menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi informasi. Jurusan IT, TIK, dan komputer menjadi bidang prioritas karena peluang kerja yang terus berkembang di era digital.
“Saat ini, Pak Kadis Pendidikan sudah sepemahaman dengan kami dan akan segera melakukan pendataan jurusan mana yang penyerapan tenaga kerjanya tinggi dan mana yang rendah,” katanya.
Jurusan Tak Efektif Perlu Dihapus
Ananda menegaskan perlunya penataan ulang jumlah rombongan belajar (rombel) berdasarkan tingkat serapan tenaga kerja. “Jurusan yang penyerapan tenaga kerjanya tinggi harus diperbanyak. Sebaliknya, jurusan yang tidak efektif harus dievaluasi, dan bila perlu dihapus,” tegasnya. (*)











Discussion about this post