Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Jadi Momentum Evaluasi Masyarakat Banten!

by Muhamad Wahyu
November 28, 2025
in HUKRIM, INTERNASIONAL
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Jadi Momentum Evaluasi Masyarakat Banten!

SERANG, BANPOS – Aktivis perempuan Banten yang juga pegiat LPLPP PATTIRO Banten, Siti Aisya atau akrab disapa Aca, menyoroti keras lonjakan kasus kekerasan anak di Banten sepanjang 2020–2025.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, ia menyebut tren tersebut sebagai “darurat perlindungan” yang harus segera dijawab oleh pemerintah.

Baca Juga

Child Grooming Mengintai di Ruang Digital, Polda Banten Minta Orang Tua Lebih Waspada

Child Grooming Mengintai di Ruang Digital, Polda Banten Minta Orang Tua Lebih Waspada

Januari 23, 2026
Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Desember 9, 2025
Sejumlah Content Creator Diduga Langgar Hak Anak, Komnas PA Banten Sebut Ada Sanksi Menanti

Sejumlah Content Creator Diduga Langgar Hak Anak, Komnas PA Banten Sebut Ada Sanksi Menanti

November 5, 2025
Ketua Pansus Raperda PPPA Kota Serang Dampingi Korban Kekerasan Seksual

Ketua Pansus Raperda PPPA Kota Serang Dampingi Korban Kekerasan Seksual

Oktober 24, 2025

Berdasarkan data yang dihimpun sepanjang enam tahun terakhir, kekerasan terhadap anak di Banten terus meningkat, dengan puncak tertinggi pada 2025. Lingkungan rumah menjadi lokasi paling rawan.

Tahun ini saja, tercatat 745 kasus kekerasan anak terjadi di rumah tangga, sementara korban yang tercatat mencapai 802 anak.

“Angka ini bukan sekadar statistik, tapi wajah nyata buruknya keamanan anak di rumah mereka sendiri,” ujar Aca kepada BANPOS, Kamis (27/11).

Tak hanya itu, sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman turut menjadi tempat terjadinya kekerasan.

Sepanjang 2025, terdapat 48 kasus yang terjadi di lingkungan sekolah, sementara pelaku terbanyak didominasi orang terdekat: 140 pelaku adalah orang tua, 42 pelaku adalah keluarga, dan 187 merupakan pacar atau teman anak.

Aca menilai situasi ini berkaitan erat dengan budaya yang masih menempatkan perempuan dan anak pada posisi rentan.

“Di hari peringatan anti kekerasan terhadap perempuan ini, kita harus jujur bahwa kekerasan terhadap anak adalah bagian yang tak terpisahkan dari kekerasan terhadap perempuan,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus terhadap anak muncul dari rumah tangga yang tidak sehat, relasi kuasa yang timpang, serta minimnya literasi pengasuhan tanpa kekerasan.

Kelompok usia remaja menjadi yang paling banyak menjadi korban. Data 2025 menunjukkan 406 korban berusia 13–17 tahun, disusul usia 6–12 tahun dengan 342 korban.

Dari aspek pendidikan, anak tingkat SD paling banyak menjadi korban dengan 438 kasus.

Aca menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat.

“Pemprov dan kabupaten/kota harus menguatkan layanan pengaduan, pendampingan, dan edukasi berbasis keluarga. Tidak boleh lagi ada anak atau perempuan yang kesulitan mengakses bantuan hanya karena birokrasi panjang,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan pengawasan di sekolah, pelatihan guru terkait pencegahan kekerasan, serta kampanye besar-besaran tentang pengasuhan aman.

“Kita tidak bisa hanya mengutuk. Pendidikan masyarakat harus masif. Ini soal menyelamatkan generasi,” paparnya.

Aca menyebut, momentum Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional harus menjadi titik balik perubahan kebijakan.

“Jika kita gagal menjadikan momen ini sebagai alarm, maka kita sedang membiarkan kekerasan berulang. Anak-anak dan perempuan Banten butuh perlindungan, sekarang, bukan besok,” tandasnya. (*)

Tags: Hari Anti Kekerasan Terhadap PerempuanHari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasionalkasus kekerasan 2025 Bantenkasus kekerasan perempuankekerasan anak Bantenkekerasan di sekolahkekerasan rumah tanggaKekerasan terhadap anakLPLPP PATTIRO BantenPerlindungan anakperlindungan anak Bantenperlindungan perempuanSiti Aisya Aca

Berita Terkait

Child Grooming Mengintai di Ruang Digital, Polda Banten Minta Orang Tua Lebih Waspada
HUKRIM

Child Grooming Mengintai di Ruang Digital, Polda Banten Minta Orang Tua Lebih Waspada

Januari 23, 2026
Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting
PENDIDIKAN

Pemprov Banten Dorong Sekolah Cegah Kekerasan dan Stunting

Desember 9, 2025
Sejumlah Content Creator Diduga Langgar Hak Anak, Komnas PA Banten Sebut Ada Sanksi Menanti
PERISTIWA

Sejumlah Content Creator Diduga Langgar Hak Anak, Komnas PA Banten Sebut Ada Sanksi Menanti

November 5, 2025
Ketua Pansus Raperda PPPA Kota Serang Dampingi Korban Kekerasan Seksual
PERISTIWA

Ketua Pansus Raperda PPPA Kota Serang Dampingi Korban Kekerasan Seksual

Oktober 24, 2025
Dindik Tegaskan Tamparan Kepsek Untuk Siswa Merokok Jadi Alasan Penonaktifan
PENDIDIKAN

Dindik Tegaskan Tamparan Kepsek Untuk Siswa Merokok Jadi Alasan Penonaktifan

Oktober 15, 2025
Kadindikbud Baru Kota Serang Diminta Jamin Pendidikan Korban Pelecehan Anak
PENDIDIKAN

Kadindikbud Baru Kota Serang Diminta Jamin Pendidikan Korban Pelecehan Anak

September 3, 2025
Next Post
Rekomendasi HP Oppo 4 Jutaan Terbaik November 2025

Rekomendasi HP Oppo 4 Jutaan Terbaik November 2025

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh