SERANG, BANPOS – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) melalui berbagai strategi. Salah satunya dengan menggelar razia pajak kendaraan bermotor secara serentak, yang diselaraskan dengan pelaksanaan Operasi Zebra Maung oleh Polda Banten.
Kepala Bapenda Provinsi Banten, Berly Rizky Natakusumah, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan 100 ribu kendaraan yang menunggak pajak dapat terjaring razia dan melunasi kewajibannya hingga Desember. “Kita berharap sampai Desember ini sekitar 100.000 unit kendaraan bisa kita dapatkan untuk melaksanakan pembayaran, ” tegas Berly, Kamis (27/11).
Berly mengakui, meski program pemutihan pajak kendaraan telah berjalan, jumlah kendaraan yang masih menunggak tetap tinggi. Dari total 2,3 juta kendaraan nunggak, baru sekitar 800 ribu lebih yang memanfaatkan program pemutihan. Artinya, hampir 1,5 juta kendaraan masih belum membayar pajak.
Potensi Pajak Alat Berat Mulai Dikejar
Tak hanya razia kendaraan, Bapenda Banten juga mulai menargetkan potensi pajak dari alat berat. Berly menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) agar perusahaan melunasi pajak sebelum mendapat izin operasi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Nakertrans agar perusahaan sebelum mendapatkan surat keterangan atau izin operasi harus membayar pajak ke Provinsi Banten,” ujarnya.
Razia untuk Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat
Berly menegaskan bahwa razia kendaraan bukan hanya bentuk penertiban, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. “Razia merupakan bagian dari mengejar PAD, bukan mitigasi. Lebih kepada memberikan semangat kepada masyarakat untuk membayar pajak,” katanya. (*)











Discussion about this post