SERANG, BANPOS – Kapitalisasi modal PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) yang masih berada pada kisaran Rp3 triliun. Ini dinilai menghambat pengembangan dalam ekspansi bisnis yang lebih luas salah satunya kredit pemilikan rumah (KPR).
Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten Suhadi mengatakan. alah satu upaya agar Bank tersebut dapat menjalankan akselerasi tersebut dengan penambahan modal menjadi Rp4 triliun.
“Harapan saya kepada Bank Banten hasil diskusi dengan manajemen dan OJK, angka kesehatan keuangannya bisa ditingkatkan lagi. Mungkin dari level Rp3 triliun ke Rp4 triliun baru bisa menyelenggarakan KPR,” kata Suhadi kepada awak media Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, peluang tersebut dapat dioptimalkan mengingat masih tingginya jumlah backlog di Banten yang kini mencapai 500 ribu backlog.
“Ini merupakan satu keluhan dari masyarakat yang belum punya rumah agar keluarga baru punya rumah sendiri. Oleh sebab itu perlu memanfaatkan fasilitas perbankan,” jelasnya.
Fokus ke Pekerja Non Formal
Ia menilai, perbankan juga perlu fokus terhadap masyarakat yang bekerja secara non formal. Sehingga mendapatkan layana penjaminan untuk memiliki hunian.
“Kita harap bank fokus terhadap pinjaman yang dilakukan untuk masyarakat yang tidak bank able, tidak semua yang punya rumah punya pekerjaan formal. Sebagian ada yang belum bank able ini perusahaan daerah Jamkrida siap membantu dan fasilitas kreditnya ada di Bank tersebut,” tutur Suhadi.
Meski demikian, pihaknya juga menyayangkan Bank milik Pemprov Banten itu belum bisa menangkap peluang program 3 juta rumah.
“Kalau KPR bisa bank mana saja, yang penting memenuhi penyediaan KPR kebetulan di Bank tersebut belum punya produk KPR itu,” katanya.
Realisasi 19 Ribu Rumah di Banten
Pihaknya berharap langkah tersebut, menjadi penting ditengah target pemerintah dalam merealisasikan sebanyak 19 ribu rumah. Bank daerah di Banten sebagai tuan rumah tidak ikut berpartisipasi .
“Karena Bank tersebut ini tuan rumah, dan harus bisa menyediakan KPR kalau sudah tersedia, targetnya nanti manajemen akan sampaikan. Pada rapat terakhir mereka audah siap untuk meningkatkan kesehatan bank, dan bisa mengeluarkan produk KPR,” ungkapnya.(*)

Discussion about this post