LEBAK, BANPOS – Akibat omzet menurun sejak relokasi ke pasar Semi Rangkasbitung, ratusan pedagang akhirnya mendatangi Gedung DPRD untuk menyuarakan keluhan mereka. Pedagang menilai pasar semi itu belum siap jadi pasar, Rabu (26/11).
Salah satu perwakilan pedagang, Lukman Hakim, menegaskan bahwa fasilitas dasar di Pasar Semi masih jauh dari memadai. Mulai dari air bersih yang terbatas, tidak adanya toilet dan mushola.
Hal itu ditambah munculnya pedagang baru yang berjualan di luar area resmi sehingga semakin memukul pedagang yang berada di dalam. “Bagaimana pedagang bisa betah? Air susah, toilet tidak ada, mushola tidak ada. Ditambah lagi pedagang baru bertebaran di luar. Kami minta sebelum fasilitas diperbaiki, izinkan kami kembali berdagang di Jalan Sunan Kalijaga,” ungkap Lukman saat audiensi dengan DPRD Lebak.
Senada, Lutfiani, pedagang ikan mengeluhkan kondisi lapak di Pasar Semi yang justru membuatnya rugi melulu tiap hari.
“Meja di lantai atas lebih kecil dibanding yang di bawah, jadi ikan tidak bisa dipajang semua. Padahal saya belanjanya kuintalan. Banyak ikan yang akhirnya busuk karena tidak terjual,” ungkapnya sedih.
Menurutnya, sejak direlokasi, jumlah pembeli menurun drastis. Gedung baru yang sepi pengunjung membuat dagangannya sering tidak habis. “Hampir tiap hari rugi. Ingin laku 50 ekor ikan aja susah, dan Ikan tidak bisa disimpan lama, sehari dua hari pasti busuk. Sejak pindah ke Pasar Semi ini,” keluhnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Lebak, Acep Dimyati, menyatakan pihaknya menerima aspirasi tersebut dan mendesak Disperindag serta Satpol PP Lebak agar segera menindaklanjuti persoalan fasilitas yang tidak memadai di Pasar Semi.
“Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pemerintah agar segera ada solusi nyata. Jangan sampai pedagang juga dirugikan dari kebijakan,” ujar Acep Dimyati.(*)

Discussion about this post