Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bertahan dari Gerusan Zaman, Angklung Buhun Kesenian Khas Baksel

by Haidar Widodo Ch
November 26, 2025
in All-Bantani
Bertahan dari Gerusan Zaman, Angklung Buhun Kesenian Khas Baksel

Salah satu kirab musik tradisional Angklung Buhun yang sempat dipentaskan beberapa waktu lalu di Malingping.

Keberadaannya tidak sepopuler seni modern yang sudah masyhur, apalagi seni ini sudah sangat langka. Dengan kekhasan alat musik tradisional, itulah seni Angklung Buhun, kesenian yang terlalu jadul yang pernah menjadi ikon kesenian di Lebak selatan (Baksel) tempo doeloe.

Oleh : Haidar Widodo

Baca Juga

PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten

PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten

Juli 27, 2025
Merajut Kembali Hubungan Harmonis Sulsel-Banten, Pengurus AMSY Resmi Dikukuhkan

Merajut Kembali Hubungan Harmonis Sulsel-Banten, Pengurus AMSY Resmi Dikukuhkan

Juli 13, 2025

Para generasi muda di daerah Baksel mungkin banyak yang tidak tahu, bahkan mungkin menganggap itu sebagai kesenian asing. Padahal tentunya kesenian khas rakyat dari Baksel ini satu-satunya kesenian kuno yang masih bertahan hingga sekarang. Di area Malingping pun hanya ada di daerah Desa Sanghiang.

Di Baksel saat ini, kesenian jenis Angklung Buhun itu sudah amat langka dipentaskan, kalau pun ada dalam undangan, hanya diacara tertentu saja, semisal pernikahan, khitanan atau setiap hari-hari besar saja, dan itupun kalau masih diundang. Namun untuk di kawasan Desa Sanghiang jika memasuki bulan ramadhan, kesenian ini selalu meramaikan suasana untuk membangunkan sahur, dan itu dilakukan secara sukarela dari generasi ke generasi.

Kesenian Angklung Buhun, adalah sebuah kesenian yang dimainkan oleh 10 orang (pria dan wanita) di bantu dengan alat musiknya yang terbuat dari bambu, tali rapia, daun aren dan bedug kulit kambing yang dipasang pada lodong bambu berdiameter besar untuk ditabuh.

Perkakas seninya itu diantaranya, Indung, Ringkung, Gimping, Dongdong, Engkok, Trolok, Reol, Bedug Lojor, Calingtung dan Ketuk. Masing-masing alat tersebut dimainkan oleh satu orang dan di bantu juru kawih (sekar) dengan lirik lagu khas, yaitu Kidung angklung, Wawangsalan dan Pupuh, yaitu senandung pujian.

Diketahui, menurut cerita, kesenian Angklung Buhun tersebut identik dengan keyakinan yang dianut warga setempat pada masa lalu (Sebelum agama Islam datang). Selain sarat dengan nuansa buhun yang diwarnai syair-syair jangjawokan (mantra dan puji-pujian, red) untuk memuja sang pencipta, terutama kepada yang dijuluki sang Dewi Sri Pohaci. Figur itu yang diyakini masyarakat kala itu sebagai penguasa tanaman padi dan pangan. Juga adalah sebagai hiburan ritual yang dilaksanakan pada saat-saat tertentu, misalnya saat syukuran panen, hajatan dan lain-lain.

Pada suatu ritual pesta panen, misalnya, usai ritual memanen hasil tani dengan ritual buhun, selanjutnya seni Angklung Buhun itu dipentaskan untuk mengiringi para petani membawa padi dari huma/sawah dibarengi dengan rengkong (alat untuk membawa padi ) sampai ke leuit (lumbung padi) dengan harapan Dewi Sri Pohaci terhibur. Hal itu diyakini, Sang Dewi akan selalu menyertai serta membawa berkah pada hasil panennya. Itulah salah satu makna yang tersimpan dalam falsafah seni itu yang di antaranya adalah pelajaran tatakrama kesantunan yang perlu dilestarikan.

Salah seorang penggiat seni Angklung Buhun di Desa Sanghiang, Cahyani belum lama ini menjelaskan kesenian Angklung Buhun adalah salah satu khasanah budaya rakyat Sunda di Baksel yang masih tersisa. Menurutnya dahulu sebelum maraknya seni modern, kesenian sejenis Angklung Buhun dahulu pernah jadi pentas kesenian favorit di wilayah Banten selatan.

“Dulu di kawasan Lebak selatan ini jika mau menanam padi atau panen seni angklung Buhun selalu menyertai. Termasuk jika diundang di acara hajatan, khitanan atau pernikahan selalu ada seni ini. Sekarang mah sudah terpinggirkan. Tapi kalau untuk di Desa Sangiang sebagian besar masih menggunakan seni ini jika ada acara hajatan,” ungkap Cahyani, yang juga pemilik ‘Sanggar Panineungan’ memaparkan.

Intinya, kesenian ini banyak mengajarkan falsafah budaya dan tatakrama dalam berikhtiar, “Seni angklung itu banyak mengajarkan tatakrama termasuk mengajarkan budaya gotong royong. Dan kita juga pada tahun 2009 dulu pernah tampil membawakan seni angklung Buhun mewakili Banten dalam pekan seni film daerah di Cirebon,” terangnya lagi.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi pelestarian seni budaya karuhun ini. Jangan sampai dibiarkan lenyap dan punah. Karena seni budaya itu tentunya adalah identitas sebuah bangsa, jika kita kehilangan itu, identitas kita pun akan hilang,” imbuh Cahyani mengungkapkan.

Seiring pergeseran waktu dengan datangnya penyebaran Islam di Tatar Banten, menjadikan reinkarnasi muatan falsafah yang masuk, mengkolaborasi kesenian khas daerah. Seperti nuansa Islami pun turut meresap di seni Angklung tersebut, seperti adanya syair pujian salawatan, itu bercerita tentang seorang alim ulama yang datang ke Malingping untuk menyebarkan Islam. Selain itu, ada pula syair da’wah dan syair pujian terhadap Kian Santang, seorang tokoh legenda sang penyebar agama Islam di Banten Selatan.(*)

Tags: Angklung Buhunbudaya BantenKesenian BantenTradisi Banten
ShareTweetSend

Berita Terkait

PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten
PARIWISATA

PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten

Juli 27, 2025
Merajut Kembali Hubungan Harmonis Sulsel-Banten, Pengurus AMSY Resmi Dikukuhkan
PERISTIWA

Merajut Kembali Hubungan Harmonis Sulsel-Banten, Pengurus AMSY Resmi Dikukuhkan

Juli 13, 2025
Next Post
APBD Banten 2026 Disahkan, Ini Catatan DPRD Banten

APBD Banten 2026 Disahkan, Ini Catatan DPRD Banten

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh