TANGERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten mengoptimalkan peran 2.600 aktivis dalam perlindungan anak di tingkat lokal sebagai upaya pencegahan kekerasan dan bullying pada anak di lingkungan sekolah maupun lingkungan.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Wilopo Tetuko Sigit di Tangerang, Rabu (26/11/2025), mengatakan para aktivis yang tergabung dalam perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) tersebar di 104 Kelurahan bertindak sebagai pengawas dan pelapor terhadap kasus kekerasan anak di lingkungannya.
“Setiap tahun sejak tahun 2017, sebanyak 25 orang per kelurahan dilatih untuk bertindak sebagai pengawas dan pelapor terhadap kasus kekerasan anak,” kata Wilopo dalam keterangannya.
Selain itu Pemkot Tangerang memperluas kawasan aman untuk anak dengan menghadirkan 22 Kampung Ramah Anak di 13 kecamatan, 39 Puskesmas Ramah Anak, termasuk Puskesmas Panunggangan yang berstandar nasional
“Dengan sinergi antara rumah, sekolah, masyarakat hingga layanan kesehatan, Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan bagi seluruh anak,” ujarnya.
Kemudian Pemkot Tangerang menerapkan sistem perlindungan berlapis yang melibatkan keluarga, sekolah, hingga layanan kesehatan dan tingkat kelurahan.
“Melalui program parenting yang rutin dilaksanakan setiap tahun, orang tua dilatih untuk memahami pola asuh positif dan cara mencegah kekerasan pada anak, termasuk perundungan. Tahun ini, terdapat 10 kegiatan parenting yang melibatkan orang tua, anak, serta penyandang disabilitas,” papar Wilopo
Sementara itu Dinas Pendidikan (Dindik) memastikan seluruh satuan pendidikan telah membentuk atau memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS).
“Pembentukan TPPKS merupakan langkah wajib untuk memperkuat perlindungan anak di sekolah. Tim tersebut berperan sebagai garda depan dalam menangani, mengawasi, sekaligus melakukan edukasi pencegahan tindakan kekerasan, terutama perundungan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang Dwiana Langlang Nugraha.
Selain keberadaan TPPKS, Dindik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Untuk itu, program parenting di tingkat sekolah terus digencarkan agar pendidikan karakter dapat berjalan berkesinambungan tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah.
“Pendidikan karakter harus berkelanjutan. Karena itu, kami bermitra dengan orang tua melalui kegiatan parenting. Perhatian dan pendampingan orang tua menjadi kunci pencegahan bullying,” katanya.(ANTARA)


Discussion about this post