Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mentan Amran Marah, 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Sabang

by Tim Redaksi
November 25, 2025
in NASIONAL
Mentan Amran Marah, 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Sabang

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto : Ist

JAKARTA,BANPOS – Sebanyak 250 ton beras asal Thailand berhasil masuk ke Sabang di tengah kebijakan larangan impor dan program swasembada beras. Mengetahui hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman marah. Dia menegaskan, impor beras tersebut ilegal.

Kabar soal impor beras ini pertama kali disampaikan Amran saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (23/11/2025). Ia mengatakan, langsung menggelar rapat meski hari libur begitu menerima laporan adanya beras impor yang masuk ke Sabang. Ia menyebut impor tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta PT MSG.

Baca Juga

Menteri Pertanian: Distributor yang Mainkan Harga Pupuk di Cabut Izin Usahanya

Menteri Pertanian: Distributor yang Mainkan Harga Pupuk di Cabut Izin Usahanya

Oktober 22, 2025
Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan Demi Sejahterakan Petani

Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan Demi Sejahterakan Petani

September 12, 2025
Panen Bawang Merah Marak, Pasokan Aman, Harga Berangsur Normal

Panen Bawang Merah Marak, Pasokan Aman, Harga Berangsur Normal

Agustus 14, 2025
Pedagang di Pasar Rau Senang Praktik Beras Oplosan Terbongkar

Pedagang di Pasar Rau Senang Praktik Beras Oplosan Terbongkar

Agustus 6, 2025

Menindaklanjuti laporan itu, Amran segera berkoordinasi dengan Polda Aceh, Bareskrim Polri, Pangdam, serta Kementerian Perdagangan. Hasil verifikasi memastikan tidak ada izin impor yang diterbitkan Pemerintah.

Dengan dasar itu, aparat langsung menyegel lokasi dan menghentikan seluruh aktivitas distribusi beras ilegal tersebut.

“Kami minta aparat menelusuri siapa saja pelaku yang terlibat. Kami menemukan beberapa hal yang janggal. Dan yang perlu ditegaskan, stok beras Indonesia cukup,” kata Amran.

Temuan tersebut kembali ia paparkan saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (24/11/2025). Rapat yang berlangsung pukul 14.00 WIB.

Amran menjelaskan, beras impor itu bisa masuk melalui Pelabuhan Sabang karena kawasan tersebut berstatus Kawasan Bebas Perdagangan (Free Trade Zone/FTZ). Sehingga memiliki regulasi berbeda dari daerah pabean biasa.

“Jadi kebobolannya di situ. Tetapi yang harus diperhatikan, regulasi tersebut tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat. Bapak Presiden sudah menyampaikan tahun ini tidak impor, kita sudah swasembada,” ujarnya.

Amran menegaskan kondisi perberasan nasional saat ini sangat memadai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras sepanjang 2025 dapat mencapai 34,7 juta ton—angka tertinggi sejak 2019. Sementara stok beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 3,8 juta ton, juga menjadi rekor tertinggi.

Proyeksi Neraca Beras Januari–Desember 2026 per 5 November memperkirakan stok nasional pada awal 2026 dapat mencapai 12,89 juta ton. Stok tersebut merupakan carry over dari produksi 2025 yang tersimpan di berbagai lini distribusi, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog.

Neraca Pangan Provinsi Aceh menunjukkan surplus beras 871,4 ribu ton dengan ketersediaan 1,53 juta ton dan kebutuhan konsumsi 667,7 ribu ton. Khusus Kota Sabang, surplus beras mencapai 970 ton dengan ketersediaan 5.911 ton dan kebutuhan 4.940 ton.

“Produksi beras kita sudah lebih dari cukup. Apa artinya 250 ton? Itu hanya mengganggu secara politik. Jangan lagi serakahnomics,” tegas Amran.

Ia menduga, impor dilakukan demi keuntungan semata karena harga beras dunia sedang turun tajam, dari 650 dolar AS per ton menjadi 340 dolar AS per ton. “Kenapa turun? Karena Indonesia tidak impor. Dua tahun berturut-turut kita impor 7 juta ton sehingga negara lain menurunkan harga,” jelasnya.

Amran mengaku, banyak negara berupaya keras agar beras mereka dibeli Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto meminta Kementerian Pertanian menindak tegas pelaku impor tersebut karena bertentangan dengan kebijakan Presiden. “Kami menanyakan ke Pak Menteri soal 250 ton beras dari Thailand ini. Pemerintah sudah mencanangkan tidak ada lagi impor beras karena kita sudah swasembada,” kata Titiek.

Lalu apa tanggapan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)? Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, memastikan impor beras oleh PT MSG sepenuhnya dilakukan sesuai regulasi yang berlaku di kawasan FTZ. “Seluruh proses ini legal dan transparan. Izin diterbitkan oleh BPKS sesuai amanat undang-undang. Tidak ada ketentuan yang dilanggar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa UU Nomor 37 Tahun 2000 menetapkan Sabang sebagai kawasan di luar daerah pabean yang bebas dari tata niaga, bea masuk, PPN, dan PPnBM. PP Nomor 83 Tahun 2010 juga menegaskan arus masuk dan keluar barang di Sabang bebas tata niaga. Sementara PP Nomor 41 Tahun 2021 memberi BPKS kewenangan menentukan jenis dan jumlah barang konsumsi yang boleh masuk.

Iskandar juga memaparkan kronologi impor. Permohonan izin diajukan pada 22 Oktober 2025, disusul rapat teknis dan penerbitan izin pada 24 Oktober. Kapal tiba di Teluk Sabang pada 16 November, lalu diperiksa Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan KSOP pada 17 November.

“Barang dibongkar pada 20 November dan ditimbun di gudang BPKS, sekaligus diambil sampelnya untuk uji laboratorium,” katanya.

Iskandar menegaskan seluruh proses melibatkan instansi terkait dan memastikan beras tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat di Kawasan Sabang. (*)

Source: tangselpos.id
Tags: Andi Amran SulaimanPT MSG
ShareTweetSend

Berita Terkait

Menteri Pertanian: Distributor yang Mainkan Harga Pupuk di Cabut Izin Usahanya
EKONOMI

Menteri Pertanian: Distributor yang Mainkan Harga Pupuk di Cabut Izin Usahanya

Oktober 22, 2025
Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan Demi Sejahterakan Petani
EKONOMI

Kementan Perkuat Hilirisasi Perkebunan Demi Sejahterakan Petani

September 12, 2025
Panen Bawang Merah Marak, Pasokan Aman, Harga Berangsur Normal
EKONOMI

Panen Bawang Merah Marak, Pasokan Aman, Harga Berangsur Normal

Agustus 14, 2025
Pedagang di Pasar Rau Senang Praktik Beras Oplosan Terbongkar
PERISTIWA

Pedagang di Pasar Rau Senang Praktik Beras Oplosan Terbongkar

Agustus 6, 2025
PERISTIWA

Itjen Kementan Dukung Gerak Cepat Menteri Amran

November 6, 2023
GAYA HIDUP

Amran Sulaiman Berbenah Kejar Target Peningkatan Produksi

November 3, 2023
Next Post
UMKM Tunjukkan Potensi Besar Di Festival Rasa Dan Nada 2025

UMKM Tunjukkan Potensi Besar Di Festival Rasa Dan Nada 2025

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh