LEBAK, BANPOS – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam kemajuan bangsa. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Festival Hari Santri 2025 yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu.
Hadir bersama Ketua TP-PKK Lebak, Belia Hasbi Jayabaya, Hasbi menekankan bahwa kontribusi para santri tidak hanya tercermin dalam sejarah perjuangan, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebaikan di masyarakat.
Pada kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (24/11) malam, Hasbi menilai bahwa peran santri selalu relevan dalam setiap fase perjalanan bangsa. Karena itu, peringatan Hari Santri, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperteguh komitmen menuju Indonesia Emas 2045.
“Kebersamaan para kyai, alim ulama, dan seluruh tokoh masyarakat di Kabupaten Lebak merupakan perintah untuk selalu tolong-menolong dalam kebaikan tanpa memandang perbedaan apa pun,” ujarnya.
Hasbi juga menyoroti tema nasional Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang disebutnya sebagai pengingat atas tanggung jawab moral kaum santri dalam mengawal arah kemajuan bangsa. Kerukunan, kata dia, menjadi syarat agar masyarakat dapat melangkah bersama secara berkeadaban.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi Festival Hari Santri di Lebak karena dinilai mencerminkan karakter masyarakat yang kokoh, guyub, dan saling menguatkan.
“Maka festival santri ini saya apresiasi, karena ini dalam rangka menjaga ciri khas masyarakat Lebak yang guyup, tangguh, dan juga Lebak tidak pernah menyerah dalam segala kondisi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Festival Hari Santri 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Lebak ke-197 yang tahun ini mengusung semangat penguatan identitas daerah dan ketahanan sosial.(*)

Discussion about this post