SERANG, BANPOS – Sejunlah emak-emak di Kota Serang tengah menjerit. Padahal, baru-baru ini mereka mendapatkan bantuan sosial (Bansos) yang nominalnya cukup besar.
Mereka beralasan, karena meski bansos dari pemerintah telah cair, hal itu dinilai tidak banyak membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Penyebabnya satu. Sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran harganya melonjak tinggi.
Salah satu emak-emak yang resah terhadap situasi itu adalah Sumiyati. Kepada BANPOS ia mengaku telah menerima bansos berupa uang dari pemerintah senilai Rp900 ribu.
Bantuan itu, kata Sumiyati, disalurkan dalam satu kali tahap melalui pihak kecamatan.
“Dapatnya Rp900 ribu dari kecamatan kemarin hari Sabtu,” kata Sumiyati.
Meski nominal bantuan yang disalurkan cukup lumayan, namun hal itu dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena di waktu yang bersamaan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran melonjak naik.
Salah satunya adalah telur ayam. Ia menuturkan, biasanya ia membeli telur ayam di pasaran seharga Rp29 ribu per kilogram.
Namun kini harganya melonjak menjadi Rp32 ribu per kilogram.
“Harganya sekarang Rp32 ribu, biasanya ada yang Rp29 ribu. Setiap hari naik (harganya),” ujar Sumiyati.
Kemudian minyak goreng. Saat ini harga minyak goreng di pasaran dibanderol dengan harga Rp20 ribu per liter.
Sebelumnya kata Sumiyati harganya dibanderol seharga Rp18 ribu per liter.
Terhadap kondisi itu Sumiyati mengaku pusing. Sebab dengan uang seadanya, ia harus pandai-pandai memutar otak untuk mengatur pengeluaran agar kebutuhan hidup sehari-hari tetap dapat tercukupi.
“Iya dapat bansos Rp900 ribu, tapi duh naik semua,” tandasnya. (*)







Discussion about this post