Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Agar Penumpang KRL Tak Tidur Di Stasiun, KAI Diminta Tambah Fasilitas Istirahat

by Tim Redaksi
November 25, 2025
in NASIONAL
Agar Penumpang KRL Tak Tidur Di Stasiun, KAI Diminta Tambah Fasilitas Istirahat

Ikustrasi. Foto : Ist

JAKARTA,BANPOS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diminta menambah fasilitas istirahat penumpang Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini untuk mengantisipasi banyaknya penumpang yang tidur di stasiun. Ide ini dinilai lebih baik dibandingkan opsi untuk mengoperasikan KRL selama 24 jam.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno melihat penumpang yang biasanya tidur di stasiun, adalah mereka yang tengah menunggu kereta keberangkatan pertama.

Baca Juga

KAI Rombak Jajaran Komisaris & Direksi, Pengamat Tunggu Gebrakan Baru

KAI Rombak Jajaran Komisaris & Direksi, Pengamat Tunggu Gebrakan Baru

Agustus 13, 2025

“Saya lihat, mereka itu bukan hanya pegawai. Kadang ada di antaranya pedagang, jauh-jauh dari daerah penyangga bawa barang untuk dijual di Jakarta. Mereka sudah siap-siap dari jam 2 atau jam 3 pagi,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, Senin (24/11/2025).

Sambil menunggu jam keberangkan pertama KRL, para calon penumpang ini datang lebih awal dan beristirahat di emperan-emperan stasiun.

Karena itu, Djoko menyarankan, perlu ada layanan lain yang disediakan PT KAI untuk para penumpang tersebut.

“Kalau bisa diberi ruang untuk istirahat atau menginap, karena itu juga bagian dari pelayanan, memberikan rasa nyaman,” sarannya.

Penyediaan ruang menginap ini menurutnya sangat penting. Selain rencana perusahaan untuk menambah rangkaian kereta baru KRL.

Mengingat, Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberi lampu hijau, dengan mengalokasikan tambahan anggaran hingga Rp 5 triliun untuk pengadaan 30 gerbong kereta, yang diharapkan bisa direalisasikan dalam waktu 6 bulan hingga satu tahun ke depan.

Komitmen Pemerintah, sambung Djoko, juga terlihat pada pemberian subsidi pada kereta khusus petani dan pedagang. “Anggaran besar, layanan juga harus optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan penumpang menginap di stasiun karena tertinggal perjalanan terakhir KRL. Contohnya terjadi di Stasiun Cikarang.

Kondisi ini memunculkan wacana layanan KRL perkotaan beroperasi 24 jam, yang pertama kali disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Bahkan, ide ini mulai dikoordinasikan Menhub Dudy ke PT KAI. Namun belum ada keputusan yang pasti.

Nanti saya coba koordinasi dengan Kereta Api. Apakah perlu, layanan 24 jam. Perlu pengkajian,” kata Dudy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025).

Dudy mengaku, tak bisa memutuskan sendiri soal KRL bisa operasi 24 jam penuh. Sebab, KAI perlu mempertimbangkan biaya operasional dan lainnya.

Dia pun membuka ruang, apabila KAI memiliki opsi atau rencana lain untuk mengatasi fenomena banyaknya orang menginap di stasiun.

Terpisah, Vice President (VP) Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, malam hari merupakan waktu untuk melakukan perawatan fasilitas sarana dan prasarana secara berkala.

Pemeliharaan itu, kata Karina, bertujuan agar armada KRL Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) serta setiap fasilitas, tetap bisa beroperasi optimal.

“Selain itu, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan stasiun dari potensi-potensi yang tidak diinginkan,” ujar Karina dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

Saat ini, jam operasional KRL Jabodetabek atau Commuter Line mulai dari pukul 04.00 WIB sampai 23.30 WIB. Dengan jumlah perjalanan sebanyak 1.063 yang melayani pengguna di 83 stasiun.

Perjalanan Commuter Line setiap tahun terus bertambah, seiring dengan pertumbuhan pengguna di angka 1 juta per hari.

“Fasilitas sarana dan prasarana harus dilakukan perawatan secara berkala, untuk memastikan operasional dan layanan berjalan maksimal,” tegasnya.

Karenanya, manajemen tidak menyarankan pengguna KRL menginap di stasiun. Pihaknya juga akan memastikan, seluruh lokasi stasiun kembali steril setelah keberangkatan kereta terakhir.

“Ini dilakukan tak lepas dari keperluan untuk pembersihan dan perawatan fasilitas,” tutupnya. (*)

Source: tangselpos.id
Tags: DjokoDudyKarina
ShareTweetSend

Berita Terkait

KAI Rombak Jajaran Komisaris & Direksi, Pengamat Tunggu Gebrakan Baru
EKONOMI

KAI Rombak Jajaran Komisaris & Direksi, Pengamat Tunggu Gebrakan Baru

Agustus 13, 2025
Next Post
Angka Kekerasan Dan Perundungan Di Sekolah Meningkat, Mendikdasmen Siapkan Aturan Baru

Angka Kekerasan Dan Perundungan Di Sekolah Meningkat, Mendikdasmen Siapkan Aturan Baru

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh