SERANG, BANPOS – Ajang olahraga berbasis pariwisata, Surosowan Run 2025, sukses menarik perhatian ratusan pelari dari berbagai kota. Digelar pada Minggu (23/11/2025) dukungan dan antusias berdatangan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kota Serang.
Ketua Pelaksana Surosowan Run 2025, Hadi Rachmat, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme peserta serta dukungan penuh dari berbagai pihak.
Dengan Menggandeng Serang Running Community (SRC), Ia bersyukur karna acara surosowan run kali ini sukses dan pecah sekali.
“Alhamdulillah Kami mendapat dukungan dari berbagai intansi mulai dari Pemkot Serang, Badan Keuangan Negara (BPK), PGRI, hingga KORPRI,” ungkap Hadi.
Hadi menjelaskan bahwa tujuan utama event ini adalah memperkenalkan budaya dan wisata yang ada di Banten Lama. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih mengembangkan potensi situs-situs sejarah dan museum yang ada.
“Banten Lama ini menarik, di sini banyak situs-situs sejarah dan museum yang memang bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah. Maka dari itu, kami menggandeng Pemerintah Kota Serang agar dapat datang di acara Surosowan Run ini,” jelasnya.
Dukungan pemerintah terlihat dari kehadiran jajaran pejabat, termasuk Wakil Walikota, Asda, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, yang turut hadir dan membuka acara.
Untuk Peserta, Hadi menyebutkan walaupun jumlah peserta terbatas yaitu 750 peserta. Peserta yang hadir pun datang dari berbagai daerah, mencakup pelari dari Bandung, Jakarta, dan bahkan yang paling jauh dari Malang.
Hadi Mengatakan bahwa kesuksesan Surosowan Run 2025 ini menjadi penanda bahwa sport tourism memiliki potensi besar di Banten, sekaligus mempromosikan warisan budaya Kesultanan Banten kepada khalayak luas.
“Ke depannya, mudah-mudahan semakin sukses, semakin lancar, semakin solid panitianya, dan pastinya semakin disupport oleh pemerintah daerah,” tutup Hadi penuh harap.
Padukan Lari dengan Pesona Sejarah Banten Lama
Salah satu peserta yang merasakan langsung keseruan event ini, Yusril pelari yang berasal dari Kota Malang, memberikan respon positif. Menurutnya, rute lari yang melintasi situs sejarah memberikan pengalaman yang berbeda.
“Luar biasa, saya lari sambil belajar sejarah! Ini bukan cuma lari, tapi healing dan edukasi. Panitia sangat rapi dan rutenya menarik,” ungkap Yusril dengan nada antusias.
Yusril berharap Surosowan Run selanjutnya diadakan lagi dan bisa lebih meriah, mungkin dengan kategori jarak yang lebih menantang. (*)




Discussion about this post