SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Andra Soni meminta penguatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan relawan sebagai garda terdepan penyelamatan warga saat bencana terjadi.
Ia menyampaikan bahwa dinamika cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan memerlukan peningkatan kesadaran warga terhadap risiko banjir dan longsor di wilayah masing-masing.
“Kegiatan hari ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersikap proaktif dalam upaya membangun kewaspadaan dini, mitigasi risiko potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Andra saat Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Serang, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, kesiapsiagaan berbasis masyarakat adalah fondasi pertolongan tercepat saat bencana terjadi. “Infrastruktur dan suprastruktur penanganan bencana berbasis masyarakat pada seluruh titik rawan bencana agar dapat dipersiapkan,” ujarnya.
Andra menilai kearifan lokal dan gotong royong warga harus diperkuat karena respons dini masyarakat sering berperan besar menyelamatkan jiwa sebelum bantuan teknis tiba.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas relawan desa dan warga di area rawan banjir dan longsor.
“Sinergi BPBD, TNI, POLRI, Relawan Penanggulangan Bencana bersama-sama stakeholder dan masyarakat diperlukan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana hidrometeorologi,” paparnya.
Ia juga menekankan perlunya kesadaran warga untuk terus memantau informasi cuaca, rambu evakuasi, dan mengatur barang berharga agar mudah dibawa ketika situasi memburuk.
“Kita antisipasi ketika ada kejadian bencana. Minimal kita sudah siap untuk melakukan penanganan dan pertolongan kepada masyarakat yang kena korban,” kata Gubernur.
Andra mengapresiasi para petugas dan relawan lapangan yang terus bersiaga, menyebut kerja mereka sebagai pilar utama perlindungan masyarakat.
Ia berharap kepedulian antarwarga tetap menjadi identitas sosial masyarakat Banten dalam situasi darurat. Dengan persiapan teknis pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat, ia optimistis risiko bencana dapat ditekan.
“Semoga setiap langkah kita dalam menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi wujud pengabdian terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(ANTARA)



Discussion about this post