JAKARTA, BANPOS – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kembali bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (22/11) di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor. Pertemuan ini menjadi yang ketiga dalam sepekan, menandakan komunikasi keduanya berlangsung semakin intens dan substantif. Dua pertemuan sebelumnya berlangsung di Istana Merdeka, yakni pada Senin (17/11) dan Kamis (20/11). Rangkaian tiga pertemuan dalam tujuh hari ini menunjukkan bahwa hubungan kerja antara Presiden dan pimpinan legislatif berlangsung sangat aktif.
Pertemuan ketiga di Hambalang diunggah oleh akun Instagram Sekretariat Kabinet. Dalam foto yang dibagikan, Prabowo tampak duduk di kursi kepala meja kerja dengan setelan safari krem, sementara Dasco hadir menyerahkan sejumlah surat serta laporan tertulis dari berbagai daerah. Sekretariat Kabinet menjelaskan, keduanya berdiskusi hangat terkait isu hukum dan perkembangan berbagai persoalan strategis. “Presiden Prabowo kemudian berdiskusi mengenai perkembangan berbagai persoalan hukum yang tengah terjadi di tanah air,” tulis keterangan tersebut.
Pertemuan 1: Pembahasan Olahraga, Hilirisasi, dan Politik
Dalam pertemuan pertama pada Senin (17/11), Prabowo dan Dasco membahas agenda strategis di bidang olahraga, ekonomi, serta politik dan keamanan. Presiden menekankan rencana pembangunan kompleks latihan atlet, pengiriman atlet ke luar negeri, target pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen, serta percepatan hilirisasi dari hulu hingga peran pemerintah daerah.
Pertemuan 2: Isu Ojek Daring dan Aspirasi Kepala Desa
Pertemuan kedua pada Kamis (20/11) di Istana Merdeka membahas kesejahteraan pengemudi ojek daring, penyelenggaraan haji 2026, dan perlindungan sosial bagi profesi ojek daring. Dasco juga membawa aspirasi kepala desa dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), termasuk harapan agar program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memperkuat ekonomi desa.
Pertemuan ketiga kali dalam sepekan ini dipandang sebagai bentuk komunikasi intens antara pemerintah dan legislatif. Presiden Prabowo disebut ingin menerima masukan langsung dari pemangku kepentingan, termasuk laporan daerah yang dibawa Dasco.
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, menilai bahwa frekuensi pertemuan ini menunjukkan pembahasan keduanya tidak lagi bersifat seremonial. “Intensitas itu menandakan adanya proses perumusan kebijakan yang substantif sehingga Presiden dan pimpinan legislatif membutuhkan komunikasi langsung dan berkala,” ujarnya.
Efriza menilai peran Dasco sangat sentral. “Pertemuan yang intens menunjukkan sosok Dasco amat penting bagi Presiden Prabowo. Ia dapat memengaruhi gagasan, keputusan, maupun sikap Presiden,” katanya. Menurutnya, Dasco tidak hanya membawa isu internal Gerindra, tetapi juga menjalankan fungsi strategis sebagai wakil ketua DPR yang mengurus berbagai kepentingan politik.
Ia juga menyoroti peran Dasco dalam menyalurkan aspirasi rakyat langsung kepada Presiden. “Hubungan legislatif dan eksekutif di era Prabowo berjalan lancar. Banyak masalah langsung diputuskan dalam pertemuan empat mata Prabowo–Dasco,” jelasnya.
Efriza menambahkan bahwa koordinasi pemerintahan banyak dimainkan melalui pertemuan keduanya. “Tampaknya, Dasco sosok pelindung dan pengarah kinerja pemerintah. Jika kepuasan masyarakat tinggi terhadap pemerintahan Prabowo, itu tak bisa dilepaskan dari peran penting Dasco,” ujarnya. (*)

Discussion about this post