Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Asing Lepas Saham BUMI Resources Rp677 Miliar

Manajemen Baru Pacu Ekspansi Tambang Emas dan Bauksit

by Lukman Hapidin
November 22, 2025
in EKONOMI
Asing Lepas Saham BUMI Resources Rp677 Miliar

JAKARTA, BANPOS – Pergerakan saham emiten pertambangan raksasa milik Grup Bakrie dan Grup Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Pergerakan ini kembali menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal di kota-kota besar Indonesia pekan ini.

Di tengah volatilitas pasar yang dinamis, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai yang fantastis, mencapai Rp677 miliar di pasar reguler sepanjang pekan ini.

Baca Juga

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Januari 16, 2026
Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Desember 12, 2025

Saham BUMI ‘Mengamuk’ Tembus Rp326, Cetak Multibagger Berkat Aksi Borong Asing dan Isu Akuisisi

Desember 11, 2025
Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Desember 11, 2025

Angka tersebut menempatkan BUMI sebagai emiten dengan tekanan jual asing tertinggi dibandingkan saham-saham lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fenomena keluarnya dana asing ini terjadi saat harga saham BUMI Resources menunjukkan performa yang cukup unik. Meskipun didera tekanan jual yang masif, harga saham emiten ini terpantau stagnan di level Rp220 per saham selama satu pekan terakhir.

Stabilitas harga ini cukup menarik perhatian para trader dan investor ritel, mengingat sepekan sebelumnya saham BUMI sempat mengalami lonjakan drastis hingga 56 persen. Bahkan, jika ditarik dalam rentang waktu satu bulan terakhir, kenaikan harga sahamnya telah mencapai angka 69 persen. Ini sebuah performa yang lazimnya memicu aksi ambil untung (profit taking) dari para pemegang saham besar.

 

Aktor Tekanan Jual

Salah satu aktor utama di balik tekanan jual ini terungkap melalui data pemegang saham terbaru. Chengdong Investment Corporation, salah satu investor strategis BUMI, melaporkan telah melepas kepemilikannya secara bertahap.

Dalam periode transaksi mulai 14 Oktober hingga 18 November 2025, Chengdong melepas sekitar 3,7 miliar saham BUMI. Langkah strategis ini mengakibatkan porsi kepemilikan langsung Chengdong tergerus dari yang sebelumnya 8,99 persen menjadi 7,99 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Chengdong melakukan penjualan dengan harga rata-rata yang bervariasi.

Pada bulan Oktober, rata-rata harga penjualan berada di kisaran Rp136,49 per saham, kemudian meningkat menjadi Rp191,61 per saham pada November 2025. Puncaknya pada 18 November 2025, investor institusi ini kembali melepas 50,8 juta saham dengan harga rata-rata Rp213,72.

Aksi korporasi dari investor asing ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar untuk mencermati likuiditas dan arah pergerakan saham ke depannya.

 

BUMI Resources Perkuat Manajemen

Di sisi lain, BUMI Resources tidak tinggal diam dalam memperkuat tata kelola perusahaannya.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 19 November 2025, perusahaan merombak susunan pengurus.

Rapat yang dihadiri oleh pemegang saham mewakili 80,81 persen suara sah ini menyetujui pengunduran diri tiga pejabat, yaitu Jinping Ma sebagai Komisaris, serta Yingbin Ian He dan Ashok Mitra sebagai Direktur.

Sebagai langkah penyegaran, para pemegang saham merestui pengangkatan Christopher Fong sebagai Direktur baru dengan masa jabatan hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2030.

Perubahan struktur manajemen ini beriringan dengan ambisi besar perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di luar sektor batu bara, yakni merambah ke sektor mineral emas dan bauksit yang dinilai memiliki prospek jangka panjang yang cerah dalam era transisi energi.

Dalam paparan kinerja kuartal III-2025 yang dipublikasikan pada Kamis, 20 November 2025, manajemen BUMI membeberkan peta jalan ekspansi yang agresif.

Untuk segmen tambang emas, BUMI menaruh harapan besar pada proyek Jubilee Metals Limited. Manajemen menyebut kapasitas produksi tambang ini berpotensi mencapai angka 25.000 troy ons per tahun ketika nanti memasuki fase produksi penuh.

Meski jadwal pastinya belum diungkap secara rinci, potensi ini menjadi katalis positif bagi valuasi perusahaan di masa depan.

Selain itu, tambang Wolfram Limited diproyeksikan dapat memulai produksinya lebih cepat dari target awal Juni 2026.

Pada tahun pertama operasionalnya nanti, tambang ini diperkirakan sanggup menyumbang produksi emas sekitar 50.000 troy ons.

 

Garap Potensi Bauksit

Tak hanya emas, BUMI juga serius menggarap potensi bauksit melalui PT Laman Mining. Manajemen menjelaskan bahwa entitas ini memiliki cadangan bauksit sekitar 30 juta ton. Angka cadangan tersebut memiliki peluang untuk ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai 50 juta ton.  Sedangkan bila BUMI berhasil mengantongi izin persetujuan untuk perluasan area tambang.

Strategi diversifikasi ke mineral non-batu bara ini dinilai sebagai langkah taktis BUMI untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan menarik minat investor generasi muda yang semakin peduli pada aspek keberlanjutan dan diversifikasi portofolio di sektor sumber daya alam. (*)

Tags: Bakrie GroupBUMI ResourcesSahamSalim Group
ShareTweetSend

Berita Terkait

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500
EKONOMI

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Januari 16, 2026
Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin
EKONOMI

Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Menguat 31,28 Poin

Desember 12, 2025
EKONOMI

Saham BUMI ‘Mengamuk’ Tembus Rp326, Cetak Multibagger Berkat Aksi Borong Asing dan Isu Akuisisi

Desember 11, 2025
Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar
EKONOMI

Fenomena RLCO: Tiga Hari ARA, Cuan Tembus 109 Persen hingga Antrean Beli Mengular Rp200 Miliar

Desember 11, 2025
EKONOMI

Manuver Raksasa Pasar Modal: Chengdong Lepas Ratusan Juta Saham BUMI, Lo Kheng Hong Kembali Serok GJTL

Desember 11, 2025
IHSG Perkasa, Nilai Transaksi Tembus Rp33,88 triliun, Saham BUMI Meroket Tajam Hampir 20 Persen
EKONOMI

IHSG Perkasa, Nilai Transaksi Tembus Rp33,88 triliun, Saham BUMI Meroket Tajam Hampir 20 Persen

Desember 11, 2025
Next Post
84 Kebakaran Terjadi di Kota Serang, Didominasi Korsleting Listrik

84 Kebakaran Terjadi di Kota Serang, Didominasi Korsleting Listrik

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh