JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini Jumat 21/11/2025, tercatat menguat tipis 0,006 persen ke level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 16.736 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,29 persen, won Korea Selatan menguat 0,11 persen, yuan China naik 0,07 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, baht Thailand naik 0,03 persen, dan yen Jepang menguat 0,006 persen. Sementara itu, dolar Taiwan melemah 0,26 persen dan dolar Hong Kong turun 0,03 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat melemah 0,08 persen ke posisi 100,08. Adapun nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,09 persen ke level Rp 21.873, dan terhadap dolar Australia naik 0,26 persen ke level Rp 10.791.
Direktur PT TRX Berjangka, Ibrahim Suaibi memproyeksikan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah.
“Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen meningkatnya skeptisisme di antara para pejabat Federal Reserve (Fed) tentang pemangkasan suku bunga berikutnya pada Desember yang mengaburkan prospek kebijakan moneter,” ujarnya dalam riset harian, Jumat (21/11/2025).
Menurut Ibrahim, perbedaan pandangan di internal The Fed terkait risiko inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap pelonggaran moneter lanjutan.
Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.730 hingga Rp 16.790 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post