UJUNG KULON, BANPOS – Kendaraan amfibi KAPA K-61 milik Marinir TNI Angkatan Laut menjadi sorotan dalam keberhasilan Operasi Merah Putih, misi besar yang membawa satu individu Badak Jawa bernama Musofa menuju kawasan konservasi JRSCA Ujung Kulon.
Bukan sekadar transportasi, KAPA K-61 dinilai menjadi kunci utama yang memungkinkan proses translokasi berjalan aman, minim stres, dan sesuai standar konservasi internasional.
Medan berat di Ujung Kulon, mulai dari jalur hutan sempit, permukaan licin, hingga lintasan perairan membutuhkan kendaraan yang memiliki daya jelajah tinggi dan stabilitas kuat.
Komandan Satuan Tugas Operasi Merah Putih, Danrem 064/MY, menjelaskan bahwa penggunaan KAPA K-61 telah direncanakan jauh hari.
“Sejumlah uji simulasi dilaksanakan untuk memastikan kendaraan mampu mengangkut kandang berisi satwa lebih dari satu ton tersebut tanpa risiko berlebih,” terangnya dalam pers rilis yang diterima BANPOS pada Jumat (21/11).
Pada 5 November 2025 pukul 14.20 WIB, KAPA K-61 mulai mengangkut kandang Musofa melewati jalur laut menuju titik pendaratan Legon Pakis.
Proses berlangsung aman hingga tim tiba pada pukul 17.00 WIB untuk melanjutkan perjalanan menggunakan truk menuju JRSCA.
Komandan Batalyon KAPA K-61, Letkol Marinir Bayhaky C. Chipta, memimpin langsung pengoperasian unit tersebut.
Ia memastikan seluruh kru telah memahami standar keselamatan satwa, termasuk menjaga getaran, kecepatan, dan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan stres bagi Musofa.
“Keberhasilan operasi ini juga merupakan hasil koordinasi matang antara Kementerian Kehutanan, TNI, dan Yayasan Badak Indonesia. Sebelumnya, Tactical Floor Game (TFG) digelar di Jakarta sebagai perencanaan simulatif seluruh skenario risiko,” paparnya.
Dengan tibanya Musofa di JRSCA pada 18.20 WIB dan masuk ke fase habituasi, penggunaan KAPA K-61 dinilai menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menangani misi konservasi tingkat tinggi.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi militer untuk penyelamatan satwa langka lainnya di masa depan,” tandasnya. (*)



Discussion about this post