CILEGON, BANPOS – Ketegangan yang menyelimuti kawasan Lingkungan Kedokan Cipala, RT 004 RW 005, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, akhirnya mencair pada Kamis sore, 20 November 2025.
Operasi pencarian orang hilang yang melibatkan emosi warga, kearifan lokal, hingga teknologi penyelamatan modern, membuahkan hasil yang melegakan.
Haruni (58), warga setempat yang dilaporkan hilang di tengah kontur perbukitan Cilegon yang terjal, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, meski kondisi fisiknya membutuhkan penanganan medis segera.
Kabar ditemukannya Haruni menjadi penutup dari rangkaian kecemasan masyarakat Lebak Gede sejak hari sebelumnya.
Penemuan ini sekaligus membuktikan efektivitas sinergi antara unsur masyarakat lokal yang mengenal medan dengan respons profesional dari tim SAR gabungan serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon.
Ditemukan Lemas di Tengah Hutan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik terang pencarian mulai terlihat menjelang sore hari.
Warga yang tidak kenal lelah menyisir area perbukitan beberapa di antaranya masih memegang teguh ikhtiar tradisional berhasil mendapati keberadaan korban.
Tepat sekira pukul 15.50 WIB, Haruni ditemukan. Namun, kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Pria paruh baya tersebut didapati dalam keadaan menggigil hebat dan tubuh yang lemas, diduga akibat paparan cuaca dingin perbukitan dan kurangnya asupan selama tersesat.
Situasi ini menuntut respons cepat agar korban tidak mengalami hipotermia yang lebih parah atau komplikasi kesehatan lainnya.
Menerima laporan ditemukannya korban, PMI Kota Cilegon yang sejak awal laporan masuk telah berkoordinasi ketat dengan Basarnas dan instansi terkait, langsung memobilisasi kekuatan penuh.
Respons Medis PMI: Cegah Risiko Fatal
Dalam operasi kemanusiaan ini, kecepatan adalah kunci. PMI Kota Cilegon tidak main-main dalam memberikan dukungan.
Sebanyak lima personel spesialis Pertolongan Pertama (PP) diterjunkan langsung ke lokasi, didukung oleh satu unit ambulans yang siap siaga untuk evakuasi darurat.
Sesampainya korban dievakuasi ke rumahnya oleh warga, personel PMI langsung mengambil alih penanganan medis awal.
Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi Haruni stabil.
Tindakan penghangatan tubuh dan pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama tim medis di lokasi sebelum memutuskan langkah perawatan selanjutnya.
Sekretaris PMI Kota Cilegon, Ujang Samsul, mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang terlibat di lapangan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Bapak Haruni berhasil ditemukan. PMI Kota Cilegon telah berupaya mendukung proses pencarian bersama masyarakat dan tim SAR gabungan. Kami menurunkan lima personel tim Pertolongan Pertama serta satu unit ambulans untuk memastikan operasi berjalan cepat dan efektif. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama dan kepeduliannya,” kata Ujang Samsul.
Kehadiran tim medis profesional di garis depan pencarian seperti ini menjadi sangat krusial, mengingat medan Cipala yang menantang dan risiko kesehatan yang tinggi bagi korban yang hilang di alam terbuka.
Siaga Bencana Hidrometeorologi
Peristiwa hilangnya warga di kawasan perbukitan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di tengah perubahan cuaca ekstrem.
Musim penghujan yang mulai mengguyur wilayah Banten meningkatkan potensi risiko, tidak hanya bagi warga yang beraktivitas di alam bebas, tetapi juga ancaman bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.
Menyikapi hal tersebut, PMI Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga.
Ujang Samsul menekankan bahwa insiden di Cipala adalah salah satu contoh kedaruratan yang siap direspons kapan saja oleh timnya.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi puncak musim hujan, PMI Kota Cilegon memastikan kesiapan posko darurat mereka.
Pihaknya memastikan bahwa layanan Posko Siaga Bencana dibuka selama 24 jam untuk menerima laporan dan permintaan bantuan darurat dari masyarakat.
Dengan ditemukannya Haruni, warga Cipala kini bisa kembali bernapas lega.
Suara riuh pencarian dan gema tetabuhan yang sempat mewarnai proses pencarian kini berganti dengan ucapan syukur, sementara tim penyelamat kembali ke posko masing-masing, bersiap untuk panggilan kemanusiaan berikutnya. (*)



Discussion about this post