SERANG, BANPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama saat memasuki musim penghujan.
Menurut pengamatan BANPOS, melihat dari Indeks Risiko Bencana Indonesia (irbi) Kota Serang terdapat tujuh potensi kebencanaan yang mesti diperhatikan dengan serius. Tujuh potensi bencana tersebut yaitu banjir, cuaca ekstrim atau angin puting beliung, kekeringan, longsor, tsunami, gempa dan bencana industri.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengungkapkan bahwa saat ini banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem atau angin beliung menjadi tiga potensi bencana teratas yang mengintai Kota Serang.
βPotensi bencana terbesar dalam waktu dekat, khususnya di musim penghujan, adalah banjir,β ujar Diat, Rabu (19/11/2025).
Diat menjelaskan beberapa kecamatan yang dipetakan memiliki kerawanan tinggi terhadap banjir adalah Kecamatan Serang, Kasemen dan Taktakan. Meski demikian, Diat mengatakan satu bulan terakhir belum ada peristiwa banjir di Kota Serang.
βTetapi genangan air di beberapa titik Kota Serang cukup mengganggu aktivitas warga, seperti di Cinanggung dan perumahan Banten Indah Permai (BIP),β ungkap Diat.
Selain banjir, tambah Diat, potensi bencana lain yang perlu diwaspadai di Kota Serang adalah kemarau yang rawan terjadi di Kecamatan Kasemen, Serang dan Taktakan. Selain itu, ada juga puting beliung yang berpotensi terjadi di Kecamatan Kasemen, Walantaka dan Curug.
Meski dalam sebulan terakhir belum tercatat bencana alam serius, BPBD Kota Serang mencatat adanya peristiwa minor seperti pohon tumbang dan rumah ambruk.
Menanggapi potensi bencana yang disebut Diat, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Edy Irianto memberikan penekanan khusus pada pentingnya mitigasi bencana dan langkah strategis antisipasi. Edy mengatakan, DPRD Kota Serang yang memiliki fungsi pengawasan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan percepatan tanggap darurat bencana.
βLangkah ini harus dilakukan dengan melihat kondisi dan situasi yang dipantau oleh tim BMKG dan BPBD,β ujar Edy.
Secara konkret, Edy Irianto menekankan hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu, perlunya antisipasi dengan mempercepat informasi terkait potensi dan dampak bencana. Dengan demikian warga diharap bisa mengetahui bahaya bencana dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapinya.
βMasyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing, terutama yang berada di wilayah rawan bencana,β imbau Edy.
Edy menjelaskan bahwa tujuan utama dari upaya ini adalah mengurangi risiko dan dampak bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
βHal ini bertujuan untuk meminimalkan kerugian jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda,β pungkas Edy.(*)






Discussion about this post