JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini, Rabu (19/11/2025) dibuka melemah sebesar 0,02 persen ke level Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.751 per dolar AS. Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS.
Won Korea Selatan melemah 24 persen, dolar Hong Kong turun 0,07 persen, dolar Taiwan melemah 0,07 persen, dolar Singapura minus 0,06 persen, yuan China minus 0,05 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,28 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,03 persen ke level 99,52. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris 0,01 persen ke level Rp 21.989, terhadap euro naik 0,17 persen ke level Rp 19.181, dan terhadap dolar Australia melemah 0,06 persen ke level Rp 10.875.
Direktur PT TRX Berjangka Ibrahim Suaibi mengatakan, pelaku pasar masih mencari pandangan tentang kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) setelah berakhirnya penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS, yang menunda publikasi beberapa data ekonomi resmi.
“Beberapa pembuat kebijakan The Fed, termasuk Presiden The Fed Atlanta, Bostic, dan Presiden The Fed Kansas City, Schmid, menyuarakan kekhawatiran tentang inflasi atau mengisyaratkan dukungan untuk mempertahankan suku bunga tetap,” ujarnya
Hal tersebut, mendorong pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak fluktuatif dengan cenderung melemah pada rentang Rp1 6.750-Rp 16.770 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post