SERANG, BANPOS – MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Provinsi Banten melalui Bidang Diklat SAR menyelenggarakan Diklat Water Rescue I SAR Muhammadiyah.
Ini sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan kader dalam penanganan bencana, khususnya di wilayah perairan.
Programkan Diklat ini digelar dalam dua tahap: sesi materi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten, Serang, pada 7–8 November 2025. Sementara, praktik lapangan di Pantai Cikujang, Pandeglang, pada 13–17 November 2025 kemarin.
Ketua MDMC Banten, Rijal Alam Muhammadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari peningkatan kapasitas kader yang terlibat langsung dalam operasi SAR.
“Kegiatan Diklat Water Rescue I SAR Muhammadiyah ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan kapasitas bagi kader Muhammadiyah,” ujarnya.
Rijal mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti 23 peserta dan didukung instruktur berpengalaman dari Pimpinan Pusat MDMC.
“Siswa yang mengikuti kegiatan ini ada sebanyak 23. Selain itu untuk menggembleng siswa kami mendatangkan instruktur langsung dari Pimpinan Pusat MDMC Indonesia,” tambahnya.
Perkuat Respons Kebencanaan
Pelatihan dipimpin oleh Chief Instructor Fathul Faruq, dan Instructor A. Ananda F. Saputra. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis. Mulai dari dasar-dasar pertolongan di air, teknik evakuasi, penggunaan peralatan water rescue, hingga simulasi penanganan situasi darurat.
Pada penutupan kegiatan, Rijal Alam Muhammadi secara resmi mengukuhkan seluruh peserta sebagai kader baru tim SAR Muhammadiyah.
“Kami mengukuhkan 23 kader menjadi bagian dari tim SAR Muhammadiyah dengan nama angkatan ‘Badai Hideng’,” tegasnya.
Dengan lahirnya angkatan ‘Badai Hideng’, MDMC Banten menargetkan peningkatan efektivitas respons kebencanaan. Terutama bagi insiden yang melibatkan risiko perairan di wilayah Banten. (*)



Discussion about this post