TANGERANG, BANPOS – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta para orang tua mempererat komunikasi dalam pendekatan dengan anak sebagai upaya mencegah perundungan di lingkungan sekitar.
Menurut komisioner KPAI Diyah Puspitarini di Tangerang, Banten, Rabu (19/11/2025), peran orang tua bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi sekaligus sahabat bagi anak ketika mereka mencari tempat diskusi.
“Orang tua sejatinya bisa berperan sebagai sahabat. Pada kondisi ini, komunikasi antara orang tua dengan anak harus ada kedekatan dan sering menanyakan kepada anak dengan lebih bijak, tidak investigatif,” kata dia.
Ia mengatakan kedekatan emosional menjadi kunci agar anak merasa aman bercerita saat menghadapi masalah di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Saat ini, banyak kasus perundungan tidak terdeteksi sejak awal karena anak takut atau enggan menceritakan permasalahan atau pengalaman buruk yang dialami.
Oleh sebab itu, dia berharap, orang tua lebih proaktif memantau kondisi psikologis anak, terutama ketika ada perubahan perilaku yang mencurigakan.
“Kalau orang tua bertanya dengan cara yang menghakimi, anak akan semakin takut. Tapi kalau orang tua menjadi tempat yang nyaman, anak akan terbuka,” katanya.
KPAI juga mendorong sekolah dan pemerintah daerah memperkuat sistem deteksi dini perundungan, termasuk memastikan layanan konseling berjalan efektif.
“Sekolah harus memiliki respons yang bagus terhadap apapun bentuk pelaporan siswa,” kata dia.
KPAI sedang menyoroti dugaan kasus perundungan yang kian marak di Indonesia, seperti yang teranyar dalam kaitan dengan ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Selain itu, peristiwa kematian anak usia 13 tahun di sekolah internasional Tangerang karena terjatuh dari lantai 8 gedung sekolah dan dugaan perundungan anak di SMPN 19 Tangerang Selatan dengan korban meninggal dunia pada Minggu (16/11).
Aparat penegak hukum dari kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap dugaan kekerasan yang dialami para korban.
“Ini momentum bagi semua pihak untuk kembali memastikan lingkungan sekolah aman bagi anak-anak. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” demikian Diyah.(ANTARA)

Discussion about this post